Advertorial

Walikota Senam Tobelo Bersama Ratusan Warga Matali

Walikota Senam Tobelo Bersama Ratusan Warga Matali Advertorial
Kroniktotabuan.com

Walikota Senam Tobelo Bersama Ratusan Warga Matali Advertorial

Demam Tobelo melanda warga Kotamobagu. Senam yang dipopulerkan oleh penyanyi asal Maluku, Ambon, Kelvin Fordatkossu ini, viral setelah dipraktekan oleh warga dari berbagai daerah di Indonesia dan diunggah ke sosial media sosial.

Di lapangan mini, Kelurahan Matali, Kotamobagu Timur, Minggu (28/1/2018), ratusan warga menggelar senam Tobelo. Bahkan, Walikota Tatong Bara, tampak bersama di anatar para warga.

“Senam Tobelo ini tidak hanya ada di Kotamobagu, tapi sudah trend di seluruh Indonesia. Saya antusias mengikuti kegiatan masyarakat ini karena positif adanya. Selain ini sehat, juga bisa menumbuhkan nilai kekeluargaan, kekompakan dan gotong royong,” kata Tatong.

Walikota Senam Tobelo Bersama Ratusan Warga Matali Advertorial

Meski demikian, Tatong mengatakan, bahwa senam dan tarian khas daerah harus dipertahankan.

“Sebentar kita geser ke dana-dana. Saat ini musiknya sementara kita aransement dan kemas lagi tanpa mengurangi nilai budayanya. Insya Allah mampu mengalahkan senam Tobelo. Jadi nanti kita sudah punya senam dengan musik khas daerah kita sendiri,” katanya.

Walikota Senam Tobelo Bersama Ratusan Warga Matali Advertorial

Dengan digelarnya senam Tobelo ini lanjut Tatong, selain sebagai vitamin bagi kesehatan, juga dapat memberikan hiburan bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sebagai olahraga dan ajang untuk kita bersilaturahmi. Juga dapat mampu menciptakan suasana sejuk untuk sejenak kita lupakan masalah politik,” tambahnya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, tidak dipelintir dan diartikan negatif oleh oknum yang segaja memecah belah persatuan masyarakat Kotamobagu.

Walikota Senam Tobelo Bersama Ratusan Warga Matali Advertorial

“Sejumlah Kelurahan dan desa di Kotamobagu mengundang saya untuk bersama olahraga senam Tobelo.

“Antusias ini kita anggap positif, dan kita harus apresiasi. Walaupun masih ada yang melempar isu bahwa ini adalah pemaksaan. Ini murni antusias warga dan patut dihargai,” pungkasnya. (rz)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top