Berita Bolmong

89 Sangadi di Bolmong Diberikan Bimtek Pengelolaan Dana Desa

89 Sangadi di Bolmong Diberikan Bimtek Pengelolaan Dana Desa Berita Bolmong
Kroniktotabuan.com

BOLMONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bolmong bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), memberikan Bimbingan teknis pengelolaan keuangan desa, bertempat di Sutan Raja Hotel, Kotamobagu, (19/12/2018).

Bimtek ini sudah berlangsung sejak 17 Desember lalu. Pesertanya 89 dari 200 kepala desa (sangadi).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong, Tahlis Gallang, membawakan materi tentang perencanaan dan penganggaran mengatakan, indikator pencapaian kemajuan daerah, ditunjang dengan dana desa dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Artinya, ada kegiatan desa yang tidak didanai Pemda, tetapi sesungguhnya menunjang target Pemda.

“Seperti kegiatan jalan-jalan pertanian desa, tidak perlu dibiayai oleh Pemda, karena desa sudah menganggarkan itu. Saya bersyukur karena ada kesesuaian antara RPJMDes dan RPJM Daerah, sehingga apapun yang dilakukan pemerintah desa nilai manfaatnya adalah meningkatkan kinerja kabupaten,” ungkap Tahlis.

89 Sangadi di Bolmong Diberikan Bimtek Pengelolaan Dana Desa Berita Bolmong

Tahlis berharap, Pengelolaan APBDes terutama dana desa bisa dikelola dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kami dari Pemda berharap dana ini bisa dikelola secara transparan dan akuntabel,” kata Tahlis.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bolmong, Yarlis Hatam mengungkapkan, pihaknya sudah menyusun aplikasi untuk mengintegrasikan antara perencanaan, penganggaran, evaluasi dan data termasuk sampai ke desa karena e-Planning sudah kita manfaatkan sampai ke desa.

“Akan tetapi karena di Bolmong ada 200 desa, jadi kami dari Bappeda tidak bisa mengunjungi seluruh desa. Jadi kita buat pra Musrembang Kecamatan dan Alhamdulillah di tahun 2018 sudah berlangsung baik dan tahun depan saya pastikan pelaksanaanya akan berlangsung baik pula,” ucapnya.

Yarlis juga mengungkapkan pihaknya sudah memaparkan soal kawasan perdesaan ke Kementerian Desa. Karena menurutnya itu merupakan usaha pencapaian misi kedua yaitu mewujudkan daya saing ekonomi daerah melalui pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, dan berkelanjutan berbasis potensi Sumber Daya Alam dan kearifan lokal.

“Harusnya pembangunan kawasan perdesaan merupakan intervensi dari pusat dan dibahas di RPJM Nasional. Tapi Bappeda berinisiatif berfikir bagaimana menggerakan 200 desa ini. Dalam arti memanfaatkan dan mengoptimalkan dana desa yang ada. Kita harus membentuk kawasan dengan melihat beberapa produk unggulan desa. Project kita pertama, kawasan jagung di Kecamatan Lolak, karena data dari 15 kecamatan angka kemiskinan tertinggi ada di Kecamatan Lolak,” ¬†bebernya.

Bimtek ini juga dihadiri Rektor Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK),Erna Manopo, LP2M UDK, Forkopimda, Forkopimcab, Kepala Bappeda Yarlis Hatam, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Novita Thalib, dan seluruh sangadi.

Wakil Rektor II UDK, Indah Samuel menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dan berpartisipasi di kegiatan tersebut.

Dia berharap para Sangadi bisa mengimplementasikan apa saja yang didapatkan pada bimtek pengelolaan keuangan desa.

“Harapan kami, apa yang sangadi-sangadi dapatkan dari kegiatan ini bisa di implementasikan di desa masing-masing. Karena, apa yang kami lakukan ini merupakan bagian dari tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, itu memang kewajiban kami,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, selepas dari kegiatan ini, kedepan nanti LP2M UDK tetap siap berkontribusi, menfasilitasi dari segi pendampingan maupun penelitian.

“Kalau bapak ibu menginginkan wadah untuk buat pendampingan, kami siap fasilitasi,” pungkasnya.¬†(len)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top