Berita Bolmong

Angka Perceraian ASN Bolmong Turun 50%

Angka Perceraian ASN Bolmong Turun 50% Berita Bolmong Berita Daerah
Kroniktotabuan.com

 

Angka Perceraian ASN Bolmong Turun 50% Berita Bolmong Berita Daerah

Hamri Binol

BOLMONG– Angka perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Bolmong mengalami penurunan signifikan. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bolmong Hamri Binol mengungkapkan, bila dibandingkan dengan angka pada tiga tahun terakhir, penurunan perceraian tahun ini mencapai 50%.

“Sejak tahun 2014 sampai 2016 lalu, angka cerai diatas 20 kasus. Tahun ini hanya 12 kasus saja yang dilaporkan ke BKPP. Artinya penurunan sangat signifikan karena sampai 50%,” beber Binol di kantornya, Rabu (13/12/2017).

Menurut Hamri, perceraian ASN di Bolmong rata-rata karena faktor ekonomi. “Jadi bukan faktor adanya pihak ketiga, tetapi masalah ekonomi mendominasi,” katanya.

Proses perceraian ASN harus dilaporkan ke BKPP Bolmong karena terkait administrasi seperti tunjangan yang ditanggungkan kepada suami/istri yang cerai.  ASN yang akan bercerai juga wajib mengajukan izin kepada pimpinan secara  berjenjang dan mereka akan diberikan jangka waktu selama tiga bulan.

“Apabila ditolak maka alasanya juga akan disampaikan pimpinan. Rekomendasi tolak perceraian ini juga bisa dibawa ke pengadilan. Artinya dari sisi itu kami BKPP telah memenuhi secara administrasi.  Permohonan cerai terbanyak tahun ini dari dinas pendidikan dan kesehatan,” tandasnya. (ahr)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top