>
.
Berita Bolmong

Bantuan PKH di Langagon Diduga “Disunat” Pendamping

Bantuan PKH di Langagon Diduga “Disunat” Pendamping Berita Bolmong Berita Daerah
Kroniktotabuan.com

Bantuan PKH di Langagon Diduga “Disunat” Pendamping Berita Bolmong Berita Daerah
BOLMONG
– Warga penerima bantuan dana melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Langagon, Kecamatan Bolaang, mengeluhkan dugaan pemotongan yang dilakukan oknum pendamping di wilayah tersebut.

Penerima keberatan karena pemotongan dilakukan tanpa musyawarah lebih dulu. Adnan Damopolii, salah satu penerima bantuan PKH mengatakan, tidak setuju dengan pemotongan tersebut dan akan melaporkan kepada Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk.

“Ini namanya pungutan liar (Pungli). Kami tidak terima,” ujar Adnan, Minggu (3/8).

Adnan menjelaskan bagaimana cara pemotongan yang diduga dilakukan pendamping. Menurut dia, ketua kelompok meminta seluruh anggota penerima PKH mengumpulkan kartu ATM BRI milik semua anggota. Dana bantuan PKH sudah disalurkan melalui rekening masing-masing penerima.

“Setelah ATM dikembalikan, ternyata bantuan PKH di dalam sudah tidak sesuai dengan jumlah yang harusnya diterima. Dan potongan itu ternyata berlaku pada semua penerima bantuan. Alasan dari ketua kelompok, itu karena permintaan pendamping,” beber Adnan.

Pemotongan seperti itu tak pernah terjadi sebelumnya saat dana bantuan PKH masih disalurkan lewat kantor pos. “Memang ada yang kami berikan tapi sesuai keikhlasan saja memberi. Tapi kalau melakukan pemotongan secara sepihak, itu tidak kami terima,” jelasnya.

Adnan bersama beberapa penerima lainnya menegaskan, tidak akan menggunakan dana PKH yang ada di rekening mereka dan akan meminta penjelasan dari pendamping.

“Harus ada penjelasan dari pendamping PKH Kecamatan Bolaang,” katanya.

Salah satu personil pendamping PKH Kecamatan Bolaang Hamdi Hamin membantah tudingan warga yang menyebut mereka melakukan pemotongan dana bantuan.

“Semua sudah melalui rekening masing-masing anggota penerima PKH. Mereka gunakan ATM BRI dan saat ini pencairan sudah bisa ditarik melalui ATM,” kata Hamdi.

Hamdi mengakui ada perintah darinya untuk mengumpul ATM anggota penerima. Hal itu dilakukan untuk memudahkan perekapan bagi anggota yang sudah menerima  dan yang belum.

“Saya selama ini tidak memerintahkan ketua kelompok untuk potong hak penerima PKH. Saya berterima kasih karena ada laporan dari penerima ini. Saya akan koordinasi dulu dengan ketua kelompok di desa Langagon soal pemotongan itu. Tapi setahu saya tidak ada pemotongan satu rupiah pun sebab ini bantuan pemerintah,” jelasnya.

Hamdi menambahkan, untuk penerima PKH di desa Langagon bersatu sebanyak 130 orang terbagi delapan kelompok penerima,” katanya. (ahr/rab)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top