Berita Bolmong

Benih Jagung Bisi-18 Mulai Disebar, Taufik: Bukan Hanya Sentuhan Melainkan Pelukan dari Bupati kepada Rakyatnya

Benih Jagung Bisi-18 Mulai Disebar, Taufik: Bukan Hanya Sentuhan Melainkan Pelukan dari Bupati kepada Rakyatnya Berita Bolmong
Kroniktotabuan.com

BOLMONG- Berbagai bantuan telah disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) kepada warga sejak pandemi Covid-19.

Pemberian bantuan bahkan sudah tahap tiga dan akan berlangsung sampai Desember mendatang.

Pemkab Bolmong juga memberikan bantuan benih jagung Bisi 18 dan pupuk untuk memperkuat ketahanan pangan warga.

Melalui Dinas Perkebunan, 200 ton benih jagung disebar kepada petani untuk ditanam di lahan 10 ribu hektar.

“Masing-masing kita berikan 20 kilogram benih jagung lengkap dengan pupuk. Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” kata Kepala Dinas Perkenunan Bolmong, Taufik Mokoginta, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2020).

Ia mencontohkan, jika capaian dalam 1 hektar dan produksinya 10 ton, hasil panennya dengan harga jual minimal Rp3 ribu, maka dalam 120 hari ke depan saat panen setiap petani bisa menghasilkan Rp30 juta.

“Nah kalau target sasaran areal kita 10.000 hektare dan dikali Rp30 juta, berarti dalam 4 bulan ke depan hasilnya ada sekitar RP300 miliar. Ini luar biasa menurut saya,” ungkap Taufik menjelaskan.

Kata Taufik, jika bantuan itu betul-betul ditanam dan dikelola dengan benar, maka ia meyakini apa yang menjadi harapan Bupati Yasti, tentang realisasi atas bantuan yang diberikan untuk kesejahteraan masyarakat petani bisa terwujud.

Menurut Taufik, Pemkab Bolmong di bawah kepemimpinan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow sudah benar-benar memperhatikan dan menyiapkan kebutuhan rakyatnya dalam hal ini petani dengan memberikan bantuan penuh.

“Ini bukan hanya sentuhan dari Bupati Yasti, melainkan pelukan kasih sayang,” ucap Taufik.

Ia juga mengimbau kepada setiap penerima bantuan bibit dan pupuk agar jangan sekalipun memperjualbelikan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah.

“Menurut saya terlalu naif jika petaninnya masih saja berpikir untuk menjual bantuan itu apalagi saat ini kondisi pandemi Covid-19. Harusnya orang hari ini sadar bahwa ujian dari Tuhan ini harus disikapi dengan sikap yang baik. Sampai saat ini kita tetap berharap apa yang sudah menjadi planning dari pemkab, bisa berhasil di empat bulan ke depan,” pungkasnya. (len)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top