Berita Bolmong

Bicara Soal Pemindahan RKUD, Yasti: Torang pe Doi Ngoni pe Bank

Bicara Soal Pemindahan RKUD, Yasti: Torang pe Doi Ngoni pe Bank Berita Bolmong
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yasti Soepredjo Mokoagow, kembali membeberkan alasan pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank SulutGo ke BNI.

Saat konferensi pers di kantor bupati, Rabu (6/2/2018), Yasti, mengungkap beberapa kelemahan di Bank SulutGo sehingga dia mengambil kebijakan RKUD harus dipindah.

Baca Juga: 2900 Pegawai Bolmong Terikat Perjanjian Kredit dengan Bank SulutGo. Yasti Akan Lakukan Ini!

Yasti juga menyebut regulasi yang menjadi acuan pemindahan RKUD.

Menurutnya, Undang-Undang Nomor 12 dan Permendagri jelas mengatur bahwa Gubernur, Bupati dan Walikota diberikan kewenangan untuk menempatkan RKUD di bank yang sehat.

“Bukan bank pemerintah, bukan bank BUMD, akan tetapi bank yang sehat dengan prinsip-prinsip bisnis,” kata Yasti didampingi Sekda Tahlis Gallang, Asisten II Yudha Rantung, Asisten III Ashari Sugeha dan Kepala Diskominfo Parman Ginano.

Sebagai bupati, kata Yasti, tentu dia melihat apakah bank SulutGo bisa kompetitif di dalam bisnisnya atau tidak. 

Apalagi, lanjut Yasti, di tahun 2017 lalu salah satu yang membuat Pemkab Bolmong mendapat opini disclaimer dari BPK, karena rekening koran atau RC yang ada di bank SulutGo berbeda dengan data keuangan Pemkab Bolmong.

“Tak hanya itu, Juli 2018 launching pembayaran PBB online, ada perbedaan Nomor Objek Pajak (NOP) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) kita dengan bank SulutGo. Masalah ini harusnya bisa terselesaikan tapi karena Bank SulutGo tidak membuka akses dan tidak pernah memberikan informasi kepada Pemkab, yah begini jadinya,” beber mantan Ketua Komisi V DPR RI.

Yasti juga mengatakan, Pemkab Bolmong merasa dirugikan saat rekanan dengan Bank SulutGo.

Pemkab Bolmong telah menyumbang laba sebesar Rp40 miliar, tapi CSR yang diberikan hanya 2 unit ambulans di tahun 2017 dan 2 unit dumptruck sampah di tahun 2018.

“Hanya itu. Sedangka di BNI belum cukup 1 tahun sejak bulan April 2018, CSR kita akan diberikan 2 unit mobil Damkar, yang harganya per unit berkisar Rp1 milliar lebih,” ucapnya.

Selain itu, untuk menunjang Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak Bolaang Mongondow Raya (BMR) Bupati Yasti juga meminta agar Bank SulutGo memberikan ruang khusus untuk anak-anak BMR agar menempati beberapa struktur jabatan di Bank SulutGo.

“Oktober 2017 lalu saya sempat bertemu 3 dewan direksi Bank SulutGo, tidak meminta untuk diisi di bagian Direksi. Yang saya minta di bagian divisi harus ada anak asli BMR, tapi tak juga diindahkan. Makanya menurut saya Bank SulutGo salah visi. Harusnya Torang pe Bank diganti dengan Torang pe Doi Ngoni pe Bank,” pungkasnya. (len)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top