Berita Bolmong

Nasir Ganggai Siap Perjuangkan Hutan Adat Tanoyan di Kongres AMAN

Nasir Ganggai Siap Perjuangkan Hutan Adat Tanoyan di Kongres AMAN Berita Bolmong Berita Daerah
Kroniktotabuan.com
Nasir Ganggai Siap Perjuangkan Hutan Adat Tanoyan di Kongres AMAN Berita Bolmong Berita Daerah

Nasir Ganggai

BOLMONG – Ketua Pemuda Desa Tanoyan Selatan, Abdul Nasir Ganggai, akan memperjuangkan hutan adat melalui Kongres ke V Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang akan dilaksanakan pada 15-19 Maret 2017.

Kegiatan ini dipusatkan di Kampung Tanjung Gusta, Sumatera Utara dan akan dihadiri sekitar 5000 peserta yang mewakili komunitas-komunitas Masyarakat Adat anggota AMAN se Indonesia, organisasi-organisasi nasional dan internasional, kedutaan besar, dan Pemerintah Indonesia.

Menurut Nasir, dalam kongres ini, dirinya akan memperjuangkan agar hutan adat Desa Tanoyan Utara dan Desa Tanoyan Selatan, bisa masuk dalam rekomendasi kongres untuk ditetapkan oleh Pemerintah. “Itu target yang akan diperjuangkan di kongres AMAN,” kata Nasir yang merupakan aktifis PMII.

Dijelaskan Nasir, Presiden Joko Widodo, belum lama ini telah meresmikan penetapan hutan adat bagi 9 kelompok masyarakat adat. Kesembilan hutan tersebut adalah hutan adat Ammatoa Kajang, Marga Serampas, Wana Posangke, Kasepuhan Karang, Bukit Sembahyang dan Padun Gelanggang, Bukit Tinggai, Tigo Luhah Permenti Yang Berenam, Tigo Luhah Kemantan, serta Tombak Haminjon. “Kalau saya tidak keliru, luas lahan hutan adat mencapai 13.100 hektar yang melingkupi 5700an keluarga. Semoga pengakuan terhadap hutan adat ini akan terus berjalan, dan hutan adat Tanoyan masuk didalamnya,” ujarnya.

Tema KMAN V adalah “Melakukan Perubahan Negara dengan Tindakan Nyata” yang menyoroti peran pemerintah dan nonpemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik bagi Masyarakat Adat di Nusantara.

KMAN V juga menjadi penentu utama rencana strategis AMAN, memilih dan menetapkan Sekretaris Jenderal dan Dewan AMAN Nasional untuk periode 2017-2022, serta mendiskusikan masa depan AMAN dan gerakan Masyarakat Adat di Nusantara.

KMAN V diwarnai oleh rangkaian acara yang menyoroti keberagaman budaya Masyarakat Adat di Nusantara, seperi, lebih dari 20 sarasehan dengan tema beragam, tiga puluh stan pameran produk-produk masyarakat adat, panggung budaya, pemutaran film, festival kuliner nusantara dan dialog publik bersama dengan pemerintah lokal dan nasional. (ahr)
Inilah agenda Kongres V AMAN

Agenda
13-14 Maret: Kedatangan peserta dan peninjau.

15-16 Maret: Duapuluh sarasehan tematik yang akan mempersiapkan para peserta sebelum Kongres. Tema-tema yang akan diangkat adalah: Hak atas tanah dan wilayah; Partisipasi politik Masyarakat Adat; Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim; Pemetaan wilayah adat; Penanganan konflik; Masyarakat Adat dan pendidikan; Membangun ekonomi berbasis komunitas; Perempuan adat; Pemuda adat dan kepemimpinan masa depan komunitas; Infrastruktur dan layanan sosial; Budaya dan spiritualitas; “Rencana Kehidupan” (Merencanakan masa depan wilayah adat); dan Akses ke pendanaan.

17 Maret: Perayaan pencapaian dan sejarah gerakan Masyarakat Adat. Acara ini mencakup Upacara Wilayah Adat, Parade Masyarakat Adat, Dialog bersama pemerintah nasional dan daerah, serta Festival Kuliner Nusantara. Perayaan ini akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Pelapor Khusus PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat.

18-19 Maret: Pelaksanaan Kongres, yang dimulai dngan laporan Sekretaris Jenderal AMAN dan Dewan AMAN Nasional mengenai implementasi organisasi selama lima tahun terakhir. Acara kemudian dilanjutkan dengan rapat-rapat komisi, pengembangan program strategis selama lima tahun mendatang, dan resolusi-resolusi anggota mengenai isu-isu yang berkaitan dengan Masyarakat Adat. Seluruh hasil dan rekomendasi rangkaian sarasehan (15-16 Maret) akan menjadi masukan untuk pengambilan keputusan. Kongres akan diakhiri dengan pemilihan Sekretaris Jenderal AMAN dan Dewan AMAN Nasional untuk periode 2017-2022.
sumber : www.aman.or.id

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top