.
Berita Bolmong

Pembangunan IPAL di Empat Puskesmas di Bolmong Dinilai Tak Beres

Pembangunan IPAL di Empat Puskesmas di Bolmong Dinilai Tak Beres Berita Bolmong
Beginilah kondisi IPAL di Puskesmas Lolak yang tidak berfungsi. (ist)
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Pembagunan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) di empat Puskesmas di Kabupaten Bolmong  dikeluhkan warga.

Pembangunan IPAL yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017, sebesar Rp2,5 miliar untuk empat Puskesmas itu memiliki masalah masing-masing.

Seperti yang diungkapkan salah satu warga yang tidak ingin namanya ditulis. Dia menyebut bahwa empat IPAL yang dikerjakan tahun lalu itu sampai sekarang belum berfungsi dengan baik.

“Yang paling parah di Puskesmas Inobonto, limbahnya malah mengalir ke sungai,” ungkap sumber, Rabu (10/10/2018).

Ditambahkannya, selain Puskesmas Inobonto, Puskesmas Lolak pun juga tidak berfungsi dan menimbulkan aroma busuk pada septik tank.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong melalui Sekretaris Julin Papuling membantah jika IPAL di empat Puskesmas tersebut tidak berfungsi.

“Bukan tidak berfungsi tapi penggunaan air di dalam limbah itu kurang sehingga alatnya tidak bisa beroprasi. Karena setiap pengelolaan limbah harus menampung hingga 10 kubik air,” kata Julin.

Untuk IPAL Puskesmas Inobonto sendiri, Julin mengakui bahwa pengerjaanya belum selesai, namun ia membantah jika pembuangan limbah di Puskesmas tersebut ke aliran sungai.

“Kalau yang di Inobonto itu memang pekerjaannya belum tuntas, seperti pipa penyaluran limbah yang belum tuntas sehingga merembes ke tanah bangunan, jadi tidak benar kalau limbahnya jatuh ke sungai,” ujar Julin.

Julin pun mengungkapkan ia mengetahui persis soal pembangunan IPAL di 4 Puskesmas, karena saat 2017 lalu ia masih menjabat sebagai Kadis Kesehatan Bolmong.

“Saya tahu persis, dari total Rp2,5 miliar untuk 4 unit masing-masing memakan anggaran Rp500 juta. Untuk 3 Puskesmas pengerjaannya sudah selesai, hanya di Inobonto saja yang putus kontrak, sehingga pada APBD 2018 sudah disiapkan anggaran penyelesaiannya,” jelasnya.

Sementara itu saat dikroscek langsung salah satu  IPAL di Puskesmas Lolak, terpantau mesin serta penampung pengelolaan limbah tidak berjalan, begitu pun kolam Bioindikator (Kolam Ikan/Kolam 4) yang harusnya ada ikan dan tampak bersih justru terlihat kotor dan berbau busuk. (len)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

To Top