Berita Bolmong

Pemkab Bolmong Awasi Penjualan Elpiji 3 Kilogram

Pemkab Bolmong Awasi Penjualan Elpiji 3 Kilogram Berita Bolmong
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Jelang Lebaran kebutuhan warga Bolmong akan elpiji 3 kilogram terus meningkat.

Warga khawatir kondisi itu akan dimanfaatkan pangkalan untuk mempermainkan harga.

“Jangan sampai pangkalan kerja sama dengan pengecer. Karena di tingkat pengecer harga Rp30-40 ribu per tabung. Jangan sampai ada permainan dengan pangkalan. Itu akan merugikan masyarakat,” ujar Ahsan Mamonto, warga Kecamatan Lolak, Kamis (23/5/2019).

Terkait dengan keresahan warga, Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong George Tanor meminta warga tenang.

Pihaknya, kata Tanor, akan mengawasi terus semua pangkalan elpiji di Bolmong agar tidak menjual di atas Harga Ecer Tertinggi (HET) yakni Rp18 ribu per tabung.

“Jika ada pangkalan yang kedapatan menjual gas elpiji 3 kilokgram di atas HET, langsung laporkan. Kita pasti langsung tindak tegas, bahkan sampai ke pencabutan izin distribusi,” katanya tegas.

Dia menambahkan, sudah melakukan pengecekan ke lapangan namun sampai saat ini belum menemukan pangkalan yang menjual elpiji di atas HET.

“Kalaupun ada kedapatan menjual dengan harga lebih, biasanya  bukan di pangkalan tapi sudah di pengecer. Pangkalan rata-rata menjual Rp18 ribu per tabung. Kecuali ada di daerah Sangtombolang, agak lain dengan harga Rp20 ribu, karna jarak dari pertamina jauh,” jelas Tanor.

Dia berharap pengawasan tidak hanya dari pemerintah, tetapi masyarakat juga harus ikut mengawasinya.

“Pengawasan masyarakat juga sangat dibutuhkan. Sehingga mereka bisa melaporkan apa yang ditemukan di lapangan, dengan bukti yang benar,” pungkasnya. (len)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top