Berita Bolmong

Penambang di Bakan Kucing-kucingan dengan Aparat, Pemkab Bolmong Imbau Begini!

Penambang di Bakan Kucing-kucingan dengan Aparat, Pemkab Bolmong Imbau Begini! Berita Bolmong
Salah satu aktivitas di lokasi PETI Bakan sebelum ditutup. (dok)
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Peristiwa tewasnya dua penambang di lokasi Pertambangan Emas Ilegal (PETI) Bakan, Kecamatan Lolayan, belum lama ini, disayangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong).

Lantarannya, lokasi PETI tersebut sebenarnya sudah ditutup aparat kepolisian atas perintah Pemkab Bolmong tetapi tetap saja penambang nekat.

Meski sudah dijaga aparat kepolisian di titik masuk PETI, tetap saja ada penambang lolos dengan memanfaatkan jalur ‘tikus’ atau jalan rahasia yang sebenarnya sulit diakses.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong, Tahlis Gallang, mengimbau masyarakat atau penambang supaya tidak lagi nekat masuk ke wilayah PETI yang ditutup. Karena, kata Tahlis, tidak ada yang bertanggungjawab jika terjadi hal buruk seperti baru-baru ini yang menimpa dua penambang asal Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga Timur.

Baca Juga: Dua Penambang Asal Toruakat Tewas di Lokasi PETI Bakan

“Jangan main kucing-kucingan dengan aparat kepolisian. Pemerintah minta masyarakat tidak naik ke lokasi tambang karena berbahaya,” imbau Tahlis, Rabu (31/7/2019), di Lolak.

Tahlis mengungkapkan, pemerintah berupaya memberi solusi dengan menjadikan PETI di Desa Bakan itu sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Dengan begitu, aktivitas di situ bisa dipertanggungjawabkan dan menguntungkan masyarakat penambang.

“Tapi bersabar sedikit, karena prosesnya sedang jalan. Pemerintah sudah negosiasi dengan PT JRBM agar menciutkan wilayahnya untuk kepentingan WPR. Sedang kita tunggu tindak lanjutnya,” kata Tahlis.

Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan menyatakan, pihaknya sangat maksimal melakukan penjagaan di PETI Bakan.

“Tapi banyak warga masuk lokasi tambang lewat jalan tikus, bahkan ada yang masuk pada subuh hari. Aparat kita memiliki keterbatasan hingga tidak mungkin menjaga seluruh jalan tikus di lokasi tambang tersebut. Tapi pengamanan lebih ketat lagi,” tandasnya. (zha)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top