Berita Bolmong

Pendukung Salihi Hadang Juru Sita PN Kotamobagu

Pendukung Salihi Hadang Juru Sita PN Kotamobagu Berita Bolmong
Kroniktotabuan.com

 

Pendukung Salihi Hadang Juru Sita PN Kotamobagu Berita Bolmong

Juru Sita PN Kotamobagu, Tompikat Manoppo, dihadang pendukung Salihi Bue Mokodongan.

BOLMONG– Tim juru sita Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu gagal menyita aset atas nama Calon Bupati Bolmong, Salihi Bue Mokodongan  dan istrinya Rumy Dilapanga, Rabu (1/2), di Desa Motabang, Kecamatan Lolak. Tim juru sita dihadang ratusan massa pendukung Salihi yang sejak pagi sudah berkumpul di objek yang akan disita.

Sejak pagi massa berkumpul dan memblokir jalan masuk menuju rumah Salihi yang merupakan salah satu aset yang akan disita. Tim juru sita dipimpin Tompikat Manopo akhirnya batal melakukan penyitaan aset di desa tersebut.

Selain menghadang juru sita, massa Salihi juga melarang dan mengancam wartawan yang meliput penyitaan tersebut. Tim juru sita tak mengambil risiko. Mereka langsung berpindah menuju Desa Lolak, Mongkoinit dan Pinogaluman. Di sini, beberapa aset seperti sawah dan lahan perkebunan berhasil ditandai.

Tompikat Manopo mengatakan, penyitaan dilakukan sebagai tindak lanjut surat pemberitahuan tiga hari sebelumnya. “Kami hanya datang memastikan bahwa aset yang tercatat adalah benar milik Salihi B Mokodongan dan Rumy Dilapanga. Karena itu kami minta didampingi kepala desa,” ujar Tompikat

Tompikat menyesal terjadi penghadangan saat mereka di Motabang. “Harusnya itu tidak terjadi. Tapi akan ada langkah berikut yang akan kita lakukan,” katanya.

Kuasa hukum Salihi Bue Mokodongan dan Rumy Dilapanga, Ibrahim Podomi mengatakan, apa yang dilakukan pihak pengadilan sudah sesuai mekanisme yang harus dilalui. Namun kata Ibrahim, perlu ditegaskan, jika dalam kondisi saat ini warga sudah terlanjur terprovokasi terkait penyitaan.

“Sebenarnya tidak ada masalah. Langkah Tim Juru Sita  PN Kotamobagu sudah sesuai mekanisme hukum. Cuma karena warga sudah terprovokasi, sehingga ada kendala,” kata Ibrahim melalui telepon.

Ibrahim juga menegaskan, bahwa penyitaan ini bukan seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Dimana kedatangan juru sita hanya ingin membuktikan atau melihat apakah aset milik kliennya masih ada atau tidak. “Kan hanya itu yang dilakukan. Jangankan untuk menguasai, melebel saja pun tidak bisa,” kata Ibrahim. (abd)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top