Berita Bolmong

Pertumbuhan Ekonomi Bolmong Tertinggi di Sulut

Pertumbuhan Ekonomi Bolmong Tertinggi di Sulut Berita Bolmong
Yarlis Hatam
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Hasil dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) membangun infrastruktur dan mendatangkan investor mulai terlihat.

Laju pertumbuhan ekonomi Bolmong tertatas dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara (Sulut) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Bolmong mencapai 7.88 persen. Setelah Bolmonh ada Kota Tomohon dengan 6.82 persen dan Kepulauan Sitaro dengan posisi 6.66 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah  (Bappeda) Bolmong, Yarlis Awaludin Hatam, beberapa faktor membuat pertumbuhan ekonomi Bolmong tinggi.

Termasuk di antaranya adalah kebijakan perencanaan, serta komitmen Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow yang terus menghadirkan program yang bisa menstimulus dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Jadi ada saling keterkaitan. Program pemerintah mampu juga meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Yarlis, Rabu (18/3/2020), di kantornya.

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bolmong juga alami lonjakan. Di bidang Industri Pengolahan. Di mana pada tahun 2019 terjadi lonjakan mencapai 100.44 persen.

Angka ini naik dari sebelumnya  yang hanya adala 5.04 persen pada tahun 2018 dan 6.19 persen pada tahun 2017.

Selain itu, di bidang pengadaan listrik dan gas juga terjadi kenaikan. Pada 2019 naik 7.02 persen dari sebelumnya hanya 3.98 persen pada tahun 2018, dan 6.86 persen pada tahun 2017.

Begitu juga di bidang Jasa Perusahaan yang naik 5.93 persen dari 5.20 persen tahun sebelumnya hanya 5.20 persen.

Di bidang Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor alami kenaikan. Dari 5.20 persen naik menjadi 5.93 persen.

Kenaikan di bidang-bidang itu tak diikuti beberapa bidang yang mengalami penurunan. Seperti bidang Transportasi dan Pergudangan dari 7.36 persen turun menjadi 6.43 persen. Ada juga Penyediaan akomodasi dan makan Minum yang dari 8.19 persen pada tahun 2018, kini turun menjadi 6.94 persen pada 2019.

Jasa kesehatan dan sosial juga alami penurunan. Dari  8.82 persen pada tahun 2018, turun  menjadi 7.68 persen pada 2019. (*/nza)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top