>
.
Berita Bolmong

PT Conch Diduga Larang Karyawan Salat Jumat

PT Conch Diduga Larang Karyawan Salat Jumat Berita Bolmong Berita Daerah
PT Conch North Sulawesi Cement
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Perusahaan semen asal China yang beroperasi di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Sulawesi Utara (Sulut) PT. Conch North Sulawesi Cement (CNSC) diduga melarang karyawan Muslim untuk menunaikan Salat Jumat berjamaah.

Informasi tersebut diungkapkan salah satu karyawan, Rizki Astam yang menempati Departemen Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Conch.

Menurut Rizki, sejumlah karyawan sempat meminta izin namun ditolak, kemudian menajemen meminta untuk sholat jumat ditempat, namun hanya Rizki yang menolak dengan alasan Salat Jumat tidak bisa dilaksanakan sendirian atau secara bergantian.

“Saya sudah sampaikan bahwa sholat Jumat tidak bisa dilakukan secara bergantian seperti halnya sholat wajib lainya,” ujar Rizki.

Dikatakannya, usai melakukan negosiasi akhirnya dirinya diberikan kesempatan melakukan sholat jumat, namun ironisnya, usai ia melaksanakan sholat jumat dirinya justru mendapat surat pemberhentian kerja.

“Saya mempertanyakan kenapa saya diberhentikan, kata mereka ini karena kelalaian dalam bekerja, padahal jelas saya diberikan izin sebelumnya,” tutur Rizki.

Ia juga mengungkapkan usai diberitahukan pemberhentian kerja, Rizki kemudian disodorkan surat pernyataan oleh menajemen bahwa Rizki lalai dalam bekerja untuk di tanda tangani, namun rizki menolak.

“Anehnya saya diberikan surat pernyataan bahwa saya lalai dalam bekerja untuk ditanda tangani , saya jelas menolak,” ungkapnya.

Sementara itu pihak PT Conch saat dikonfirmasi membenarkan jika karyawan hanya diizinkan salat di area perusahaan.

“Kami mengizinkan tapi tidak di Masjid. Berhubung pengoperasian harus tetap stabil 24 jam, jadi kami izinkan salat hanya di area lapangan. Kami di PLTU sementara 11 jam kerja jadi harus standbye di lokasi selama jam kerja,” ujar Penerjemah Feneysia Mambraku, melalui pesan Whatsapp, Senin (23/4/2018).

“Beda lagi dengan 8 jam kerja. Mungkin yang 8 jam kerja busa pulang, kalau 11 jam memang harus standbye. Kami bukan melarang ibadah, kami menghargai cuma tidak di masjid, kami mengizinkan salat di area atau lokasi kerja,” tambahnya. (rza)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top