Berita Bolmong

Soal Fatwa MUI Sulut Bahwa LINI Sesat, BKPRMI Bolmong Minta Segera Ditertibkan

Soal Fatwa MUI Sulut Bahwa LINI Sesat, BKPRMI Bolmong Minta Segera Ditertibkan Berita Bolmong
Zainal Mooduto
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi utara (Sulut) mengeluarkan fatwa bahwa aliran tasawuf Laduna Ilma Nurul Insan (LINI), yang dipimpin Imam Sukron Mamonto menyimpang dari ajaran Islam atau sesat.

Fatwa dikeluarkan MUI Sulut Nomor 2 Tahun 2019 Tertanggal 8 Agustus 2019.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) sudah menegaskan segera berkoordinasi dengan pihak terkait yakni kepolisian dan TNI untuk mengambil langkah tegas.

Dukungan untuk pemerintah menertibkan kelompok tersebut agar tidak meresahkan, datang dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Bolmong.

Ketua BKPRMI Bolmong, Zainal Mooduto, mendukung penuh putusan MUI Sulut yang mengeluarkan fatwa serta mendukung Pemkab Bolmong segera menertibkan.

“Ya, harapan kami secepatnya ditangani (ditertibkan),” ujar Zaina.

Baca Juga: Soal Fatwa MUI Bahwa LINI Aliran Sesat, Ini Sikap Bupati Yasti

“Pada intinya, sebagai organisasi pemuda Islam mendukung fatwa MUI,” kata Zainal, Kamis (15/8/2019) kemarin.

Mengeluarkan fatwa, kata Zainal, sudah menjadi tugas MUI Sulut.

“Fatwa MUI itu berkaitan dengan kemaslahatan umat Islam. Mengeluarkan fatwa dalam kehalalan sebuah makanan, penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama Islam, dan berkaitan dengan hubungan seorang muslim dengan lingkungannya, itu sudah menjadi tugas MUI.”

“Saya yakin fatwa MUI itu keluar lewat sebuah proses dan kajian yang di dalamnya ada orang-orang  yang ahli pada bidangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Pemkab Bolmong Djek Damopolii mengatakan, siap menindaklanjuti sesuai perintah Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, untuk menertibkan aliran sesat di wilayah ini.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI,” tukasnya.

Sebelumnya, Pimpinan Laduna Ilma Nurul Insan (LINI) Suukron Mamonto mengatakan, ajaran yang dipimpinnya tidak ada yang salah dan tidak sesat. Menurut dia, semuanya berdasarkan syariat islam. “Pokok ajaran kami adalah Alquran dan hadits, syariat Islam. Tidak ditambah atau dikurangi,” ujar Suukron. (len)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top