Berita Bolmong

Tempuh Perjalanan 13 Kilometer dengan Mobil Pikap, Kadis Pendidikan Bolmong Berhasil Sambangi SD Kolingangaan

Tempuh Perjalanan 13 Kilometer dengan Mobil Pikap, Kadis Pendidikan Bolmong Berhasil Sambangi SD Kolingangaan Berita Bolmong
Kroniktotabuan.com

BOLMONG- Mengusung jargon “Orang Dinas Sering Kesekolah”, Kadis Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Renti Mokoginta, kembali melakukan kunjungan ke sekolah terpencil yang berada di pelosok Desa Kolingangaan, Kecamatan Bilalang, Selasa (30/6/2020).

Melalui medan menanjak dan berbatu, Renti bersama rekan-rekan setimnya dari Disdik Bolmong, tembus ke salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri yang berada di Desa Kolingangaan. Menggunakan mobil taksi bak terbuka (pikap) dan menempuh perjalanan sejauh 13 kilometer.

Sesaat setelah sampai, Renti pun terenyuh melihat bangunan sekolah yang hanya berdindingkan papan kayu
dan dianggap tidak layak. Sedangkan kelasnya hanya 3 ruangan saja dan memiliki 28 murid.

Tempuh Perjalanan 13 Kilometer dengan Mobil Pikap, Kadis Pendidikan Bolmong Berhasil Sambangi SD Kolingangaan Berita Bolmong

Terkait kunjungan ini, Renti mengatakan, itu sudah diagendakan oleh Disdik Bolmong guna menekan angka anak putus sekolah dan mengembalikan lagi semangat bersekolah anak-anak yang berada di pelosok daerah.

“Selain meningkatkan lagi gairah anak untuk bersekolah, kunjungan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tenaga pendidik yang mengajar di sekolah tersebut,” ujar Renti.

Tambah Renti, Meski pihaknya harus melewati medan yang sulit, namun hal itu menurutnya sudah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi.

“Turun di pelosok sangat membantu kita untuk mengetahui sejumlah persolan, tujuanya adalah melihat langsung kekurangan sekolah di pelosok. Seperti bangunan sekolah serta fasilitas yang berada didalamnya apakah masih layak atau tidak. Kualitas pendidikan harus merata, jangan terkesan di mata masyarakat hanya sekolah yang mewah saja yang kita lirik, sedangkan sekolah yang berada di pelosok wilayah terpencil terus dibiarkan,” kata Renti menjelaskan.

Renti mengaku, kendala yang terdapat di desa tersebut yaitu tak mempunyai gedung sekolah menengah pertama (SMP).

“Respon utama saya, Juli tahun 2020 ini harus mendirikan bangunan SMP satu atap (Satap) di sana. Kebanyakan anak yang lulus SD di desa itu tak lagi melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya karena jaraknya sangat jauh. Makanya saat itu juga saya langsung menggelar rapat dengan tokoh masyarakat dan meminta agar mengusulkan pengadaan sekolah sebagai prioritas utama saat Musrenbang supaya pendidikan di Desa Kolingangaan tak tertinggal,” katanya. (len)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top