Berita Bolsel

Pelatihan KBKT Tingkat Lanskap Bolsel Libatkan BKSDA Sulut dan WCS

Pelatihan KBKT Tingkat Lanskap Bolsel Libatkan BKSDA Sulut dan WCS Berita Bolsel Berita Daerah Berita Nasional Sulut
Kroniktotabuan.com

BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, didukung oleh Wildlife Conservation Society (WCS) – Indonesia Program menyelenggarakan pelatihan Kajian Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) Tingkat Lanskap Kabupaten Bolsel.

Diketahui, kajian kawasan bernilai konservasi tinggi tingkat lanskap, sebagai dasar informasi perencanaan pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

Assisten III Pemkab Bolsel Rickson Paputungan, SPd, MPd mewakili Bupati Bolsel pada saat pembukaan kegiatan mengatakan, kajian itu sangat penting untuk menjadi dasar informasi perencanaan pembangunan wilayah.

“Utamanya yang berkaitan dengan penataan ruang, menjamin daya dukung dan daya tampung wilayah bentang alam Bolsel,” jelasnya.

Lanjut dia, kajian nilai konservasi tinggi perlu dilakukan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) daerah.

“Dan, dapat menjadi acuan penting berbagai dokumen kebijakan dan rencana program kabupaten bolsel,” urainya.

Selain itu, Bolsel berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan dengan inisiatif yang tinggi, untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Rikson, bentuk komitmen kelestarian lingkungan ini salah satunya dinyatakan dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati Nomor 78 tahun 2018 tentang Penataan Kawasan Pengungsian Satwa dan Keputusan Bupati nomor 289 tahun 2019 tentang pembentukan Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Hidupan Liar Tanjung Binerean.

Sementara itu, Iwan Hunowu mewakili Country Director – WCS Indonesia mengatakan, program inisiatif dan komitmen pemda bolsel yang sangat tinggi terkait pembangunan yang berkelanjutan dan kelestarian lingkungan, dapat didorong bersama semua pihak.

“WCS sebagai mitra pemerintah melihat bahwa kajian kawasan dengan pendekatan KBKT ini dapat menjadi alat perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan pembangunan wilayah lanskap yang menghasilkan keseimbangan pemanfaatan secara ekonomi, ekologi dan budaya berkelanjutan,” kata Iwan.

Baca Juga :  Wabup Tindaklanjuti Permendagri Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah di Ditjen Polpum

Kegiatan pelatihan kajian kawasan ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai 4 – 6 Februari 2020 di Hotel Sutanraja, Kotamobagu, dengan tim pelatih praktisi kajian KBKT termasuk dari WCS Indonesia Program, Tropenbos Indonesia dan Ideas.

Sekadar diketahui, nilai konservasi tinggi menurut definisi HCVRN (2017), merupakan nilai-nilai biologis, ekologis, sosial dan/atau budaya yang memiliki arti (signifikansi) atau peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia dan alam. (ahr)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top