.
Berita Boltim

Calon Penerima 500 RTLH di Boltim Didominasi Rumah Tangga Baru

Calon Penerima 500 RTLH di Boltim Didominasi Rumah Tangga Baru Berita Boltim
Kroniktotabuan.com

BOLTIM – Usulan penerima manfaat program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) sejak 2018 hingga 2019 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, didominasi Rumah Tangga Baru.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Sosial Boltim, Rudi Malah. Menurutnya, data yang terkumpul dua tahun terakhir, calon penerima RTLH berjumlah 1300 Kepala Keluarga dan hampir 50 persen umur pernikahan dibawah 10 tahun.

“Usulan kami terima dari kepala desa. Kami masih akan verifikasi kembali sesuai syarat dan ketentuan penerima RTLH,” ujar Rudi Malah, Selasa (18/6/2019).

Persyaratan utama penerima RTLH yang diperioritaskan yakni, keluarga kurang mampu, umur pernikahan diatas 20 tahun, tidak memiliki tanah dan rumah tinggal.

Namun untuk keluarga baru, bukan tidak diperioritaskan. Tapi menunggu hasil verifikasi dan kajian yang dilakukan tim di lapangan terkait kondisi dan kebutuhan.

Tahun ini kata Rudi, Dinas Sosial menganggarkan Rp15 miliar untuk pembangunan 500 unit RTLH yang tersebar di 7 kecamatan.

“Rencananya awal Agustus 2019, sudah akan mulai dibangun. Karena saat ini, masih dalam proses tender,” ungkapnya.

Anggaran setiap unit RTLH tahun ini, berbeda dengan sebelumnya. Tahun 2018 satu unit rumah Rp18,5 juta. Sedangkan tahun 2019 naik menjadi Rp30 juta. Anggaran ini sudah disetujui Bupati.

Lanjut dia, ada empat paket bakal dilelang dalam waktu dekat. Diantaranya paket pertama, Tutuyan 122 unit rumah dengan alokasi anggaran Rp3,6 miliar. Paket kedua Kotabunan 165 unit alokasi anggaran Rp4,9 miliar dan ketiga 100 unit Rp3 miliar dan keempat 112 unit Rp1,5 miliar. Total Rp15 miliar sudah termasuk pajak.

Kepala Bidang Fakir Miskin, Ni’ma Mokoagow mengatakan, tahun ini rencananya dibangun 750 unit. Namun diperkecil 500 unit, tapi anggarannya di tambah.

Kenaikan anggaran per unit, berdasarkan hasil evaluasi Dinas Sosial pada tahun sebelumnya. Penerima RTLH keluhkan masalah kurangnya biaya sewa tukang dan harga bahan tidak sesuai.

“Maka direvisi kembali. Kami langsung respon masalah ini. Sehigga berubah anggarannya tahun 2019. Dari Rp18,5 juta menjadi Rp30 juta,” ujar Ni’ma.

Ia menambahkan, bangunan RTLH tahun ini, nantinya akan berbeda karena akan dibuat permanen dengan ukuran 5X6 meter. (hik)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top