Berita Boltim

Dua Desa di Boltim Krisis Air Layak Konsumsi

Dua Desa di Boltim Krisis Air Layak Konsumsi Berita Boltim Berita Nasional Sulut
Kroniktotabuan.com

BOLTIM – Dinas Pekerjaan Umum, Permukiman Rakyat dan Tata Ruang Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, belum mendapatkan sumber mata air untuk Desa Jiko Induk dan Jiko Utara Kecamatan Nuangan.

Harus dilakukan beberapa kali survei agar dua desa ini dapat sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tapi tak kunjung diperoleh.

Disayangkan, dua desa ini masih memanfaatkan air yang terindikasi mengandung salinitas air yang tinggi atau biasanya disebut dengan istilah air payau (Air salobar).

Apalagi, posisi dua desa ini berada di pesisir pantai Jiko Molobog.

Warga juga memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti untuk keperluan memasak di dapur.

Sisten Penyedian Air Minum (SPAM) dipastikan akan masuk di dua desa tersebut. Setelah disurvei beberapa kali, maka ditetapkan sumber air diambil dari desa Bai.

“Kami langsung anggarkan untuk masuk SPAM di jiko tahun 2020,” ujar Kepala Cipta Karya Dinas (PUPR), Rudi Watugigir, ditemui, Rabu (19/6/2019).

Dari seluruh desa di Boltim, daerah Jiko Bersatu belum masuk air bersih. Lainya sudah dalam tahap peningkatan atau perluasan wilayah.

Dia menambahkan, tahun ini, ada beberapa wilayah atau desa yang dilanjutkan pekerjaanya. Seperti Mooat anggaran Rp1,2 miliar, Atoga Rp1 miliar, Nuangan Rp1,2 miliar, Motongkad Selatan Rp800 juta, Tutuyan Rp2 miliar, Kayomoyondi Rp1,1 miliar dan Buyat Rp1,1 miliar. Total anggaran untuk program ini ada Rp8,4 miliar.

Warga Desa Jiko Induk, Roger Manambing (31), mengaku masih memanfaatkan air hujan.

“Ada juga sumur. Namun, untuk masak kami membeli air isi ulang dari depot,” ungkapnya.

Lanjut dia, pemerintah desa Jiko Bersatu, sudah berusaha membuat jaringan. Namun airnya salobar.

“Tinggal bagaimana cara yang harus dilakukan agar kami masyarakat mendapatkan air bersih yang layak dikomsumsi,” katanya.

Sangadi Jiko Induk, Jefri Tuwonusa mengatakan, sudah dianggarkan lewat dana desa untuk penyedian air bersih tapi masih terkendala sumber air layak dikomsumsi.

“Kami sudah usulkan untuk meminta PU menangani masalah ini,” tandas Jefri. (hik)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top