.
Empat Nama Ini Calon Sekda Boltim Berita Boltim
Kroniktotabuan.com

BOLTIM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Muhammad Assagaf, akan memasuki masa pensiun. Sehingga, tugas sebagai panglima Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diembanya saat ini, akan berakhir pada September 2019 mendatang.

Menariknya, dia membeberkan ada empat nama pejabat senior di Boltim yang dipersiapkan untuk menggantikanya. Bahkan, nama-nama ini sudah diajukan ke Bupati Boltim, Sehan Landjar.

“Ada empat nama yang saya ajukan ke bupati, untuk menjadi penjabat Sekda Boltim,” ujar Assagaf Senin (10/5/2019).

Menurut Assagaf, mereka yang diajukan ke Bupati sangat berkompoten dalam mengantikan dirinya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda).

Nama yang pertama yakni Jainudin Mokoginta yang saat ini menjabat Assiten III Bidang Administrasi Umum. Assagaf menilai, dia mampu mengantikan peran sebagai Sekda walaupun akan masuk masa pensiun.

Selanjutnya Ikhsan Pangalima. Sekarang menjabat Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah. Ikhsan juga memenuhi persyaratan karena telah menjabat beberapa SKPD di lingkungan Pemkab Boltim. Serta mengikuti PIM II.

Ketiga Oscar Manoppo. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah. Walaupun baru satu SKPD dipimpinya, namun dia memiliki kemampuan memimpin dan mengelola keuangan di daerah. Dia bisa memegang satu SKPD merangkap Plt Sekretaris Daerah (Sekda).

Yan terakhir Soni Waroka, Assisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian di Pemkab Boltim. Dikatakan Assagaf, Birokrat yang satu ini memiliki kemampuan lobi ke tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Secara kepangkatan dan profesional bekerja sudah memenuhi syarat.

Lanjut dia, dari ketiga birokrat yakni Ikhsan Pangaliman, Oscar Manoppo dan Soni Waroka berpeluang bakal menjadi Sekda definitif. Sedangkan Jainudin Mokoginta masuk masa pensiun tahun depan. Namun dia bisa diangkat sebagai PLH Sekda untuk 2019. Sementara menunggu Sekda definitif berikutnya.

Dia menjelaskan, Sekretaris Daerah definitif bisa mengajukan nama-nama calon Sekda ke Bupati.

“Keputusan siapa yang diusulkan menjadi tanggung jawab bupati. Saya tinggal menunggu sampai Juli 2019. Satu nama Sekda dari bupati kemudian disodorkan ke Gubernur Sulawesi Utara,” ujarnya.

Ia menambakan, seorang Sekda, harus mampu menjalankan tugas dengan baik. Terutama mempertahankan WTP serta menjalankan perekonomian serta pelayanan terhadap masyarakat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Robi Mamonto mengatakan, Sekretaris daerah, Muhammad Assagaf masuk masa pensiun tahun ini. Termasuk ada 24 orang lainnya.

Dia menambahkan, tahun 2018 lalu, ada 40 orang yang pensiun dengan berbagai alasan yakni batas usia pensiun (BUP), meninggal dunia, sakit serta ikut Caleg.

“Kami tetap akan mengantikan pejabat karena untuk mengisi kekosongan. Namun untuk Sekda menjadi wewenang bupati,” tandas Robi. (hik)

 

 

 

 

 

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

To Top