.
Berita Boltim

Harga Kopra Anjlok, Pengusaha Tahan 200 Ton di Gudang

Harga Kopra Anjlok, Pengusaha Tahan 200 Ton di Gudang Berita Boltim
Kroniktotabuan.com

BOLTIM– Harga kopra yang terus anjlok, membuat pengusaha agro industri di Kabupaten Boltim, Sulawesi Utara, harus memilih menahan ratusan ton di gudang.

Menurut Ko’ Sinyo, hal ini dilakukan agar bisa menunggu kenaikan pada Agustus hingga Desember.

“Saya memilih menahan stok di gudang dari pada menjualnya tapi harga murah. Total ada 200 ton ditahan,” ujar Sinyo, saat ditemui Jumat (31/5/2019) di gudang kopra miliknya yang ada di Desa Kayumoyondi Kecamatan Tutuyan.

Dia rela menahan stok terlalu lama meski ada resiko besar. Kopra yang tertahan lama akan mengalami penyusutan sampai 30 hingga 40 persen.

“Namun apa boleh buat, dari pada menjual dengan harga murah, lebih baik saya tahan di gudang,” bebernya.

Untuk harga pembelian, Ko’ Sinyo mematok harga Rp3000 per kilogram untuk kopra mentah dan Rp5.000 pada kopra kering.

“Kemungkinan besar harga kopra bakal mengalami kenaikan di bulan Agustus sampai Desember disebabkan adanya panen raya cengkih di Boltim,” katanya.

Sementara itu, Yance Solangka (51), petani Tombolikat mengatakan, meski harga kopra turun, dia tetap harus bekerja untuk menghidupi keluarga.

“Walaupun dengan harga seperti itu saya tetap kerja,” ujar Yance.

Dia menjelaskan, biaya yang dikeluarkan untuk proses panen kopra, tidak sebanding dengan pendapatan atau keuntungan. Dia setiap hari mengeluarkan uang bagi tukang panjat Rp150 ribu per 100 kilogram ditambah sewa angkutan gerobak Rp75 ribu per 100 kilogram.

“Biaya panen kopra memang besar, maka harganya juga harus sebanding. Per hari bisa produksi 500-600 kilogram kopra dengan harga seperti saat ini masih sangat kecil keuntungan diperoleh. Tapi yang penting kelapa tidak rusak.”

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Boltim, Kusno Mamonto mengatakan, total tanaman kelapa di Boltim seluas 9587,71 hektar. Tanaman ini termasuk rusak dan tak menghasilkan.

Sedangkan jumlah produksi per semester kelapa khusus tanaman menghasilkan pada tahun 2017, mencapai 9039,47 ton. Sedangkan daerah yang paling banyak kelapa ada di Kecamtan Nuangan dengan luas tanaman 3904,12 hektar. Untuk produksi per semester mencapai 3899,70 ton.

“Jumlah produksi dan luas 2018 nanti bisa diketahui tahun depan karena ada beberapa wilayah yang tanaman kelapanya ditebang dibuat perumahan,” pungkasnya. (hik)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

To Top