.
Berita Boltim

Mengajar 10 Jam Perhari, Lima GTT MTS di Boltim Belum Terima Gaji

Mengajar 10 Jam Perhari, Lima GTT MTS di Boltim Belum Terima Gaji Berita Boltim
Kroniktotabuan.com

BOLTIM– Sebanyak lima guru tidak tetap (GTT) di MTS Negeri 3 Tutuyan, Kabupaten Boltim, Sulawesi Utara, belum menerima gaji empat bulan yakni Februari sampai Mei 2019.

Salah satu guru GTT berinisial MK mengatakan, mereka telah memenuhi kewajiban jam mengajar sehari sampai 10 jam untuk empat mata pelajaran. Tapi hak tak kunjung diberikan. Dalam bekerja setiap hari, MK harus meninggalkan anaknya yang berumur 3 tahun di rumah dengan mendapat gaji Rp10 ribu per jam.

“Saya mengajar empat mata pelajaran, yakni bahasa indonesia, bahasa inggris, prakarya dan SBK,” ungkap MK kepada wartawan, Kamis (30/5/2019).

Dia menjelaskan, sebelumnya sekolah tempat dia mengajar berstatus swasta, pembayaran gaji mereka tidak mengecewakan. Tapi saat ini tidak menentu, adakalanya awal bulan, tidak jarang juga pada akhir bulan.

“Gaji dibayar setiap tiga bulan sekali. Namun 2019 berubah ketika status sekolah menjadi Negeri, tapi belum tahu apakah per bulan atau tiga bulan. Sementara kami menghadapi lebaran Idul Fitri,” jelasnya.

Karena ketidakjelasan pendapatan dan pembayaran gaji, MK pun diminta oleh suaminya untuk berhenti mengajar. Namun dia tetap bersikeras menjalankan tugas mulia itu.

“Intinya saya masih ingin mengajar. Walaupun suami saya sudah menyuruh berhenti,” ujar dia.

Kepala Sekolah MTS Negeri 3 Tutuyan, Mahmud Langaru mengatakan, gaji GTT tidak tertata di anggaran karena adanya perubahan status dari swasta ke Negeri.

“Kami terlambat memasukan anggaran karena masa transisi dari swasta ke negeri. Makanya kondisi keuangan tidak mencukupi untuk bayar gaji GTT,” ujar Mahmud Langaru.

Lanjut dia, waktu lalu ada dana talangan dari kementrian Agama sebesar Rp600 juta. Namun sudah dipakai untuk kebutuhan dan fasilitas sekolah. Sementara pembayaran gaji guru GTT tidak tertata, yang ada hanya pembayaran gaji security dan cleaning service.

“Kedepan akan diusahakan, untuk membayar gaji GTT secara bertahap,” katanya.

Kepala Kantor Agama Kabupaten Boltim, Ahmad Soleh membenarkan anggaran GTT tidak diatur sehingga tidak ada anggaran.

“Saya sudah dengar berita ini sejak tiga bulan lalu. Maka kami akan berusaha menyelesaikan agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” ujar Ahmad Soleh. Berikutnya gaji mereka sudah dianggarkan termasuk security, cleaning service dan guru honorer dan GTT. (hik)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

To Top