Berita Boltim

Program SIWAB di Boltim Masih Kekurangan Petugas Lapangan

Program SIWAB di Boltim Masih Kekurangan Petugas Lapangan Berita Boltim Berita Nasional Sulut
Kroniktotabuan.com

BOLTIM – Pelaksanaan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) Pemerintah pusat yang dilaksanakan Dinas Pertanian Boltim, masih belum maksimal.

Hal ini disebabkan kurangnya petugas Siwab. Saat ini petugas yang menangani program ini hanya dua orang. Mereka melakukan pelayanan Inseminasi Buatan (IB) di 7 Kecamatan dengan jumlah 5.300 ekor sapi. Terdiri dari 3.500 ekor betina dan 1.800 jantan.

“Hanya dua orang yang tahu IB dan Siwab di Boltim. Mereka disekolahkan oleh Pemerintah Daerah,” ujar Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian, Dr Moch Insani, Senin (19/6/2019).

Program SIWAB di Boltim Masih Kekurangan Petugas Lapangan Berita Boltim Berita Nasional Sulut

Dia menambahkan, kedepan ada dua orang lagi, akan diutus sekolah.

“Idealnya satu kecamatan satu orang agar program ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Walaupun, hanya dua petugas lapangan di Boltim, tapi mereka mampu mencapai target tahunan dari Provinsi Sulawesi Utara 50 IB dan 50 bunting secara alami.

“Pencapaiannya dinas pertanian Boltim, hingga Juni 2019 untuk ID 61 dan bunting alami 73 sapi betina,” ungkapnya.

Selain kekurangan petugas, kendala lainya pada program Siwab ini yakni obat mempercepat birahi sapi.

“Hal ini diperlukan, karena membantu sapi untuk suntik ID. Gunakan ID prosesnya hanya tiga hari sedangkan alami 21 hari,” katanya.

Kata dia, alat yang digunakan untuk program Siwab yakni straw (sel sperma di dalam alat ini 2,5 sampai 5 juta). Alat tersebut harus diminta ke Provinsi Sulut.

“Sudah diminta 100 straw,” singkatnya.

Program SIWAB di Boltim Masih Kekurangan Petugas Lapangan Berita Boltim Berita Nasional Sulut

Kepala Seksi bidang Peternakan, Rahman mengatakan, sudah ada beberapa desa yang telah dilaksanakan ID dan Siwab. Seperti Desa Paret, Tombolikat, Tomsel, Purworejo Timur, Sumber Rejo, Liberia, Liberia Timur, Tutuyan dan Tutuyan II.

“Paling banyak pemilik sapi meminta Siwab sapi Bali, Simmental dan Limousen,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tjuan Siwab menghasilkan sapi unggul, mempercepat jumlah populasi sapi di Boltim dan keterseidan daging di Boltim tercukupi.

“Kami sekarang tinggal memantau perkembangan sapi baik ID maupun alami,” pungkas Rahman. (hik).

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top