Berita Bolmong

Apa Nama Pakaian Adat yang Dipakai Yasti di HUT ke-64 Bolmong? Ini Jawabannya!

Apa Nama Pakaian Adat yang Dipakai Yasti di HUT ke-64 Bolmong? Ini Jawabannya! Berita Bolmong Berita Daerah
Kroniktotabuan.com
Apa Nama Pakaian Adat yang Dipakai Yasti di HUT ke-64 Bolmong? Ini Jawabannya! Berita Bolmong Berita Daerah

Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, menggunakan pakaian adat.

BOLMONG– 23 Maret 2018 kemarin, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) genap 64 tahun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar banyak kegiatan termasuk upacara peringatan di lapangan kantor bupati.

Upacara tersebut kental dengan nuansa adat. Semua peserta upacara menggunakan pakaian adat Mongondow. Namun ada yang berbeda. Pakaian adat yang digunakan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow tampak lain dari peserta upacara lainnya.

Pakaian adat seperti dipakai Yasti belum pernah digunakan para bupati sebelumnya. Modelnya tetap seperti Salu’ (Pakaian adat perempuan), namun ada pengikat kepala ditambah dengan tongkat.

Banyak warga penasaran, apa nama pakaian adat yang dipakai orang nomor satu di Bolmong itu?

Ketua Lembaga Warisan Budaya Bolaang Mongondow Raya (BMR), Chairun Mokoginta, menjelaskan, pakaian adat yang digunakan Bupati Yasti namanya adalah Tapaluk.

Tapaluk adalah pakaian kebesaran daerah yang digunakan para Bogani pada zamannya,” ungkap Chairun, Sabtu (243/2018).

Apa Nama Pakaian Adat yang Dipakai Yasti di HUT ke-64 Bolmong? Ini Jawabannya! Berita Bolmong Berita Daerah

Yasti Soepredjo Mokoagow

Chairun menjelaskan, Bogani adalah pemimpin di kelompok masyarakat sebelum sistem kerajaan berlaku. “Ketika sistem kerajaan berlaku mereka para Bogani dijadikan panglima perang,” ujarnya.

Dia menambahkan, pakaian adat yang digunakan bupati adalah simbol pakaian pemimpin tertinggi di daerah Bolaang Mongondow dan sangat sakral.

Menurut Chairun, Yasti adalah bupati pertama dari 15 Bupati Bolmong terdahulu yang menggunakan Tapaluk. Sejak 1954 belum ada yang menggunakan pakaian ini.

“Yang bisa menggunakan Tapaluk adalah para Bolian atau penerus tradisi Bogani. Baju ini bisa dipakai kalau diminta untuk dipakai, karena baju tersebut merupakan baju kebesaran daerah,” ucapnya.

Chairun menyebut pada pakaian Tapaluk terdapat beberapa bagian, yakni bagian kepala disebut Papodong, yang diikat pada lengan tangan adalah Batakan, kain melingkari tubuh disebut Bandang, pada pinggang disebut Bongkol.

“Yang di tangan itu Pateda namanya, ada juga Lingkit digantung di lengan,” ujarnya. (zha)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top