Berita Daerah

Cristian, Bocah Gogagoman Penderita Hidrosefalus Butuh Bantuan

Cristian, Bocah Gogagoman Penderita Hidrosefalus Butuh Bantuan Berita Daerah Berita Kotamobagu
Kroniktotabuan.com
Cristian, Bocah Gogagoman Penderita Hidrosefalus Butuh Bantuan Berita Daerah Berita Kotamobagu

Cristian, bocah penderita hydrocephalus terbaring di RSUD Kotamobagu.

KOTAMOBAGU– Cobaan hidup yang harus dijalani Hanny Pondaag, 37,  warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, cukuplah berat. Setiap hari dia harus mengurus putranya, Cristian Pondaag, bocah 7 tahun yang menderita hidrosefalus.

Penyakit pembengkakan kepala yang terus membesar tersebut diderita Cristian sejak lahir. Lebih memprihatinkan lagi, Hanny harus mengurus Cristian sendirian karena ditinggal pergi sang istri sejak Cristian masih kecil.

Saat ini Cristian dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu. Bocah ini masuk RSUD sejak Jumat (8/12/2017) pekan lalu karena penyakit yang dideritanya semakin parah. Bahkan, menurut petugas medis yang merawatnya, bocah ini mengalami aspirasi atau yang disebut cegukan disertai batuk dan sesak nafas.

Sang ayah yang mengurus Cristian hanya bekerja serabutan setelah berhenti menjadi karyawan di salah satu toko peralatan musik di Manado. Ibu kandung Cristian meninggalkan rumah sejak Cristian masih baru lahir karena diduga tidak menerima keadaan sang anak yang mengidap penyakit tersebut.

“Saat anak saya masih usia balita, ibunya sudah menghilang entah di mana. Jadi saya dan ibu saya yang mengurus Cristian. Karena saya sudah tidak punya pekerjaan, jadi rumah saya dijadikan kosan untuk dapat biaya pengobatan anak saya,” ujar Hanny saat ditemui Kronik Totabuan, Minggu (10/12/2017) tadi malam di RSUD Kotamobagu.

Saat ini, bocah Cristian, membutuhkan darah. Sebab, Cristian sempat mengalami kekurangan sel darah merah.  Untungnya  saat fotonya diunggah di media sosial, banyak warga yang simpati langsung menjenguk dan membantu untuk kebutuhan perawatan.

“Saya berterima kasih bagi semua yang peduli dan memberikan bantuan bagi anak saya. Juga saya merasa puas, sebab anak saya mendapat perawatan yang baik, bahkan para perawat juga turut membantu saya untuk tambahan biaya,” ujarnya.

Meski sudah maksimal pelayanan yang diberikan pihak RSUD, namun Cristian harus dirujuk ke Manado. Tapi tetap saja, kesulitan biaya membuat Hanny, sang ayah pasrah.

“Saya sangat ingin membawa anak saya di Manado untuk berobat. Namun, saya sudah tidak punya apa-apa. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah, karena saya sudah tidak memiliki uang lagi. Saya bersyukur masih ada para dermawan yang membantu saya dan perawat yang sangat peduli. Itu sudah sangat membantu, tapi saya juga butuh uliran tangan dari pemerintah untuk anak saya,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak RSUD Kotamobagu mengatakan, pasien akan tetap diberikan pelayanan yang maksimal.

“Kami terus berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien ini dan seluruh pasien lainnya. Kami berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar proses pelayanan kami akan terus berjalan lancar,” ujar KTU RSUD, Rutman Lantong. (rez)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top