.
Berita Bolmong

KUD Perintis Setuju Lahan Tambang Dikelola untuk Masjid

KUD Perintis Setuju Lahan Tambang Dikelola untuk Masjid Berita Bolmong Berita Daerah
Suasana rapat bersama pemuda, Pemerintah Desa Tanoyan Bersatu dan perwakilan KUD Perintis.
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Koperasi Unit Desa (KUD) Perintis yang memiliki areal pertambangan resmi IUP OP seluas 100 hektar di Blok Rape, Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, menyetujui pemberian sebidang lahan tambang dikelola bersama untuk kepentingan pembangunan masjid di Tanoyan Selatan dan Utara.

Persetujuan itu diungkapkan pengurus KUD Perintis pada rapat bersama masyarakat dan Pemerintah Desa yang digagas pemuda Tanoyan Selatan dan Tanoyan Utara.

Pada rapat itu mereka meminta agar KUD Perintis menyetujui sebidang lahan untuk masjid. Hadir dalam rapat pengurus KUD Perintis, Ketua BPD Tanoyan Selatan Ismet Olii, Kepala Desa Tanoyan Selatan Urip M Detu dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Pemuda Desa Tanoyan Utara, Afandi Mundeng, mengapresiasi langkah KUD Perintis yang mewakafkan sebidang lahan dikelola untuk kepentingan masjid di Tanoyan Selatan dan Utara.

Ketua Pemuda Desa Tanoyan Selatan, Abdul Nasir Ganggai, juga demikian. Bahkan Nasir menyarankan agar pengelolaan lokasi tersebut, harus mengikuti aturan yang ada pada anggaran dasar dan rumah tangga KUD Perintis.

KUD Perintis Setuju Lahan Tambang Dikelola untuk Masjid Berita Bolmong Berita Daerah

Suasana rapat bersama pemuda, Pemerintah Desa Tanoyan Bersatu dan perwakilan KUD Perintis.

Sekretaris KUD Perintis, Abdul Rifai Manggo, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk kepentingan bersama di Tanoyan Selatan dan Utara. “Apalagi lahan ada untuk kepentingan masjid,” katanya.

Kepala Desa Tanoyan Selatan, Urip M Detu mengatakan, teknis pengelolaan lahan tersebut akan dibahas bersama sehingga dapat memberi manfaat.

“KUD telah menyetujui apa yang menjadi aspirasi masyarakat lewat pemuda. Untuk selanjutnya masih akan dibahas teknis pengelolaanya. Para imam masjid dan petugas agama di dua desa kita juga perlu diperhatikan, apalagi tunjangan mereka masih kecil setiap bulan,” ungkap Urip.

Terkait keputusan pengelolaan lokasi untuk masjid itu, masih menunggu hasil rapat yang akan melibatkan pemerintah dua desa, pemuda, para imam masjid dan petugas agama Tanoyan Selatan dan Tanoyan Utara. (ahr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top