Senin, 18 Desember 2017
Tetaplah Terhubung dengan Kami : RSS/Feed Facebook Twitter

Depan » Daerah, Kotamobagu, Politik » Mangkir Panggilan Panwaslu, Anas Terancam Dipecat
Kamis 7 Desember 2017, 3:27 AM - Editor: admin

Mangkir Panggilan Panwaslu, Anas Terancam Dipecat


Anas Tungkagi

KOTAMOBAGU- Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Kotamobagu, Anas Tungkagi, mangkir dari panggilan Panwaslu Kotamobagu, (Rabu (6/12/2017) kemarin.

Anas dipanggil Panwaslu karena diduga menekan sekaligus mengarahakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat kelurahan/desa di Kecamatan Kotamobagu Selatan saat memimpin apel di kantor kecamatan, Senin (4/12/2017) lalu.

Namun panggilan Panwaslu diabaikan Anas. Dia lebih memilih melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Panwaslu tak kendor, Kamis (7/12/2017) hari ini, panggilan kembali dilayangkan.

Selain Anas, Panwaslu juga sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya Lurah Mongondow, Motoboi Kecil dan Pobundayan.

“Kami juga sudah melayangkan panggilan untuk Camat Kotamobagu Selatan Hamdan Mokoagow. Mereka semua sebagai saksi atas rekaman yang jadi temuan Panwaslu yang melibatkan Kabag Tapem Anas Tungkagi,” kata Ketua Panwaslu Kotamobagu, Musly Mokoginta, di kantornya.

“Kemarin yang bersangkutan (Anas) hanya mengutus stafnya. Panggilan kedua kembali kami layangkan dan akan disusul panggilan ketiga jika tidak datang juga,” katanya.

Ketua Panwaslu yang juga ahli pidana ini menjelaskan, meski sampai panggilan ketiga Anas tidak datang memenuhi panggilan, proses kasus dugaan pengerahan ASN dan perangkat kelurahan/desa ini tetap berjalan.

“Kasus ini juga sudah menjadi perhatian Bawaslu Sulut dan RI. Kami sudah laporkan, dan Bawaslu menunggu kelanjutan penanganannya,” ujar Musly.

Jika Anas terbukti melakukan pelanggaran, Panwaslu akan memprosesnya hingga ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“PP Nomor 11 mengenai manajemen ASN juga sudah tegas soal sanksi. Bisa pemecatan, penurunanan pangkat atau penundaan kenaikan pangkat. Sedangkan di Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 apa yang dilakukan bersangkutan ini jika terbukti merupakan suatu perbuatan pidana Pemilu,” ungkapnya.

“Sekali lagi, kami Panwasu tidak main-main soal penindakan pelanggaran pemilu terutama soal keterlibatan ASN,” tegas Musly.

Sementara itu Kabag Tapem Anas Tungkagi saat dikonfirmasi mengakui menerima surat panggilan Panwaslu. “Tapi karena sedang tugas luar, nanti saya memenuhi panggilan setelah kembali. Saya siap mengklarifikasi ke Panwaslu,” kata Anas.

Sekadara diketahui, sebelumnya beredar rekaman suara Anas Tungkagi sedang memimpin apel di kantor Kecamatan Kotamobagu Selatan. Dalam rekamanan itu Anas meminta seluruh ASN dan perangkat kelurahan/desa mendukung calon walikota tertentu.

Di rekaman itu juga Anas meminta sangadi (kepala desa) mengganti perangkat yang tidak sejalan karena ada Peraturan Daerah (Perda) yang bisa dijadikan tameng untuk memecat. (rab)




Redaksi: kroniktotabuan@gmail.com
Untuk pemasangan iklan hubungi:
081242786657