.
Iklan Resmi Pemerintah kota Kotamobagu Idul Fitri
Berita Daerah

Proyek Dana Desa di Poyowa Besar I Asal-asalan

Proyek Dana Desa di Poyowa Besar I Asal-asalan Berita Daerah Berita Kotamobagu
Kroniktotabuan.com
Proyek Dana Desa di Poyowa Besar I Asal-asalan Berita Daerah Berita Kotamobagu

Hala Lomban, warga Desa Poyowa Besar I, menunjukkan kondisi jalan perkebunan yang dibuka menggunakan dana desa tahun 2016, tetapi saat ini sudah dibiarkan oleh pemerintah desa. 

KOTAMOBAGU– Warga Desa Poyowa Besar I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, mengeluhkan proyek pembuatan jalan perkebunan Pinatoian dan Mareta di desa tersebut yang terkesan asal jadi. Padahal anggaran untuk proyek tersebut cukup besar mencapai Rp215 juta bersumber dari dana desa 2016.

Kondisi jalan sudah memprihatinkan. Warga yang biasa membawa hasil perkebunan tidak bisa lagi memanfaatkan jalan ini karena sudah ditutupi rerumputan berbagai material.

“Kami sesalkan karena saat pembuatan jalan ini, tidak ada informasi kepada warga dan BPD. Kalau biasanya ke kebun tiga kali bolak-balik, sekarang sudah tidak bisa karena harus melalui jalan lain yang memakan waktu satu jam. Jalan yang dibuat pemerintah desa ini malah meutupi jalan rintisan yang dibuat Dinas PU. Anehnya juga di situ. Kenapa jalan lama ditutup,” ujar Hala Lomban, 62, warga Desa Poyowa Besar I, saat diwawancarai Kronik Totabuan, Kamis (14/9).

Selain jalan, jembatan yang dibangun juga pemerintah desa asal-asalan karena tidak memiliki pondasi. Sekarang kondisi jembatan sudah mulai rusak, padahal belum setahun.

Proyek Dana Desa di Poyowa Besar I Asal-asalan Berita Daerah Berita Kotamobagu

Kondisi jembatan yang sudah mulai rusak.

“Menurut pelaksana proyek akan diperbaiki. Namun hampir selesai tahun 2017, tidak juga ada tanda-tanda. Kalau memang dirintis, maka selayaknya bisa dilalui. Ini, hewan saja enggan ikut di jalan itu karena sangat tidak bisa dilalui.  Apalagi kami yang membawa hasil kebun, sangat disulitkan,” pungkasnya.

“Di kebun kami itu banyak tanaman seperti cengkeh, cokelat, kopi dan lainnya. Kami bisa rugi setiap panen karena jalan sangat susah dilalui. Selama proyek di sini berjalan, masyarakat tidak tahu siapa pelaksanannya karena tidak ada papan. Kami mencurigai proyek ini hanya untuk kepentingan cari untung semata,” katanya.

Kepala desa (Sangadi) Poyowa Besar I, Yandi Mokoagow belum berhasil dikonfirmasi soal keluhan masyarakatnya tersebut. (rez/rab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top