BI Rilis Inflasi Februari 0,28 Persen Berita Ekonomi
Kroniktotabuan.com

JAKARTA – Bank Indonesia mencatat inflasi Indeks Harga Konsumsi (IHK) pada bulan Februari 0,28 persen (month to month). Lebih rendah dari inflasi sebelumnya sebesar 0,39 persen (month to month).

“Inflasi tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo membacakan hasil Rapat Dewan Gubernur di Kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (19/3).

Perkembangan ini dipengaruhi oleh kelompok inflasi inti yang rendah. Lalu kelompok administered prices yang kembali mencatat deflasi, dan inflasi volatile food yang melambat.

Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari konsistensi Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi. Termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

“Deflasi kelompok administered prices berlanjut dipengaruhi oleh penurunan harga tarif angkutan udara dan Bahan Bakar Khusus,” tutur Perry.

Dia melanjutkan, inflasi volatile food yang melambat terutama disebabkan oleh deflasi bawang merah. Lalu inflasi aneka cabai dan beras yang melambat, di tengah peningkatan inflasi bawang putih dan daging ayam ras.

“Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK tercatat tetap rendah 2,98 persen (yoy), meskipun sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi Januari 2020 sebesar 2,68 persen (yoy),” kata Perry.

Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran sasaran 3,0 persen plus minus 1 persen pada 2020 dan 2021. (*)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top