Berita Ekonomi

KPP Pratama Kotamobagu Gelar Pekan Panutan SPT

KPP Pratama Kotamobagu Gelar Pekan Panutan SPT Berita Ekonomi
Kroniktotabuan.com
KPP Pratama Kotamobagu Gelar Pekan Panutan SPT Berita Ekonomi

Kepala KPP Pratama Kotamobagu Denny Tri Satrianto bersama Walikota Tatong Bara, Dandim 1303 Bolmong Letkol Sampang Sihotang, Kajari Kotamobagu Dasplin dan Ketua Pengadilan Negeri Nova Sasibe.

KOTAMOBAGU– Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kotamobagu menggelar pekan panutan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) 2017, Selasa (30/1/2018).

Walikota Kotamobagu Tatong Bara, Dandim 1303 Bolmong Letkol Sampang Sihotang, Kajari Kotamobagu Dasplin dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Nova Sasube hadir menyampaikan SPT 2017 mereka masing-masing melalui e-filling.

Kepala Kantor KPP Pratama Kotamobagu, Denny Tri Satrianto mengatakan, pekan panutan penyampaian SPT dilaksanakan berdasarkan surat edaran Menteri Perdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB Nomor 8 Tahun 2015 dimana ASN dan Anggota TNI/Polri wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh dengan e-filling.

“Untuk kepala daerah, Ibu Walikota yang pertama kali menyampaikan SPT 2017. Tak hanya di Bolaang Mongondow Raya (BMR) tapi di Indonesia. Kami KPP Pratama Kotamobagu mengapresiasi ini,” kata Denny.

Denny menjelaskan, batas akhir pembayaran pajak pribadi pada 31 Maret dan  untuk badan usaha sampai April mendatang.

Penyampaian SPT melalui e-filling, kata dia, sangat efisien untuk akurasi dan juga mengurangi penggunaan kertas.  e-filling adalah cara melaporkan data-data perpajakan dengan menggunakan media elektronik melalui aplikasi yang telah disediakan secara resmi oleh Direktorat Jendral (Dirjen) Pajak.

Sementara itu Walikota Kotamobagu Tatong Bara mengatakan, dengan melakukan pelaporan SPT 2017, sudah menenuhi tanggung jawab  sebagai warga negara Indonesia.

“Dengan taat pajak adalah iplementasi dari sumbangsih kita demi pembangunan daerah. Ini adalah bentuk kontribusi kita sebagai masyarakat yang baik.  Sebab dengan membayar pajak, kita sudah turut membangun daerah kita sendiri,” kata Tatong Bara.

Lanjut Tatong, pekan panutan tersebut untuk merangsang kesadaran masyarakat untuk membayar pajak.

“Ini bukan saja tanggung jawab kita sebagai pimpinan, tapi seluruh masyarakat Indonesia. 85 persen pendapatan untuk pembangunan daerah, bersumber dari pajak itu sendiri. Saya imbau agar masyarakat bisa melaporkan pajak sebagai tanggung jawab,” pungkasnya. (rza)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top