Berita Ekonomi

OJK Siap Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga 2022

OJK Siap Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga 2022 Berita Ekonomi
Kroniktotabuan.com

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengaku siap apabila kebijakan restrukturisasi kredit perbankan maupun perusahaan pembiayaan diperpanjang hingga tahun 2022.

“Kita harapkan tadinya (restrukturisasi) selesai tahun depan (2021) bulan Februari. Namun demikian apabila ini memang diperlukan diperpanjang tidak ada masalah kita akan perpanjang, kalau perlu kita perpanjang 1 tahun lagi bukan Februari tahun depan tapi perpanjang 1 tahun lagi sampai 2022 tidak ada masalah kita siap,” kata WImboh dalam sambutannya dalam acara Kagama Inkubasi Bisnis XIV ‘Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi’, Minggu (27/9).

Wimboh menjelaskan, jika ada nasabah yang sudah direstrukturisasi dan 6 bulan sudah jatuh tempo, namun nasabah tersebut minta diperpanjang lagi maka OJK tidak mempersalahkan dan menyetujui perpanjangan restrukturisasi.

“Silakan diperpanjang tidak usah minta persetujuan OJK, langsung perpanjang. Dapat kami sampaikan restrukturisasi ini adalah cerminan seberapa besar nasabah-nasabah itu terkontaminasi dari dampak covid-19 ini jumlahnya cukup besar,” ujarnya.

Adapun untuk perkembangan restrukturisasi perbankan realisasi per 7 September 2020 (data 100 perbankan) OJK telah melakukan restrukturisasi kepada 7,38 juta restruktur dengan jumlah dana Rp878,57 triliun.

Sedangkan untuk restrukturisasi perusahaan pembiayaan realisasi per 22 September 2020, OJK telah merealisasikan kepada 182 perusahaan pembiayaan sebesar Rp168,77 triliun kepada 5,2 juta jumlah kontrak pemohon restrukturisasi, dan 4,5 juta jumlah kontrak restrukturisasi yang disetujui.

“Ini cerminan jumlah nasabah yang mengalami kesulitan untuk membayar pokok dan bunga, skenarionya sekarang ini dengan berbagai stimulus, subsidi bunga penjaminan oleh pemerintah dan juga relaksasi pajak dan juga kemudahan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah juga mendorong kekuatan konsumsi di masyarakat supaya menggeliat dari supply dan demand sama-sama bangkit, ini semua telah dilakukan Pemerintah dan K/L dengan indikasi bahwa nanti yang direstrukturisasi ini bisa mengangsur kembali.

Baca Juga :  Mengajar di Salah Satu Wilayah Terpencil di Bolmong, Guru Cantik Ini Tempuh 6 Kilometer untuk Sampai ke Sekolah

“Silakan yang sudah bisa recovery, kita pemerintah bersama-sama seluruh pemangku kepentingan mencoba agar masyarakat sudah mulai menggeliat melakukan aktivitas dan sudah melakukan bagaimana dengan menerapkan protokol covid-19 agar ekonomi tetap jalan, kita harus sinergi bersama-sama,” pungkasnya.(*)

merdeka

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top