Berita Bolmong

Hampir 3 Tahun di BNI, RKUD Bolmong Resmi Dipindah ke BSG

Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow dan Dirut Bank SulutGo usai menekan MoU dan perjanjian kerja sama soal RKUD.
Kroniktotabuan.com

BOLMONG– Sejak awal tahun 2018 Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bomong) berada di BNI setelah dipindahkan dari Bank SulutGo (BSG).

RKUD itu kini kembali dipindahkan dari BNI ke BSG. Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow meneken Memorandum of Understand (MoU) dan perjanjian kerja sama RKUD Pemkab Bolmong dengan BSG di Hotel Grand Puri, Manado, Kamis (19/11/2020) kemarin.

MoU diteken Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow bersama Direktur Utama (Dirut) BSG Jeffry Dendeng. Ikut menyaksikan Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemkab Bolmong Rio Lombone, serta Kepala Cabang BSG Lolak, Kamaludin Zees.

Bupati Yasti berharap perjanjian kerja sama dengan BSG akan memberikan dampak kepada masyarakat. Terutama perekrutan dan penempatan putra putri Bolmong di BSG.

Dia meminta BSG adil dalam pembagian posisi jabatan di bawah direksi. Sumber daya manusia putra putri Bolmong yang ada di BSG diminta diberikan perhatian sesuai kapasitas dan kapabilitas mereka.

Baca Juga: Yasti Minta Dana Rp1,2 Triliun di Bank SulutGo Dipindah. Apa Penyebabnya?

“Saya ingin memajukan putra putri terbaik kami di segala bidang,” kata Yasti.

Porsi Corporate Social Responsibility (CSR) juga diminta Yasti dilebihkan kepada Pemkab Bolmong, karena menurut Yasti laba Bolmong lebih besar dibanding kabupaten/kota yang lain.

“Laba terbesar itu ada di Kabupaten Bolmong. Saya sedikit memahami perbankan, saya berani bicara itu sepanjang bukan kepentingan pribadi saya. Kalau untuk daerah itu memang diatur dalam UU penempatan RKUD,” tandasnya.

Dirut Bank Sulutgo Jeffry Dendeng mengungkapkan, penempatan RKUD dan deposito milik Pemkab Bolmong ke BSG merupakan momen yang dinantikan.

Soal harapan dari Bupati Yasti, meski tak detail menjelaskan tetapi Jefry mengaku siap merespon permintaan tersebut.

“Mengingat lokasi Kabupaten Bolmong yang besar, kami akan mendorong agar transaksi bisa sampai ke desa-desa.  Kita akan coba menerapkan aplikasi Waktu Pandai. Kita tinggal menunggu persetujuan dari OJK dan daerah yang pertama akan kita terapkan adalah Kabupaten Bolmong,” kata Jefry. (len)

Silahkan Berkomentar dengan Bijak, Menggunakan Akun Facebook Anda :

To Top