>
.
ADM Rindu Sekali dengan Ibu Berita Hukum Berita Nasional
ADM saat menjalani sidang dakwaan. (F: Kompas)
Kroniktotabuan.com

JAKARTA– Aditya Anugrah Moha atau lebih dikenal oleh publik Sulawesi Utara (Sulut) dengan panggilan ADM, kini menjalani hari-harinya di Rumah Tahanan (Rutan) K4 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Politisi Partai Golkar ini menjalani hukuman karena tertangkap tangan oleh KPK saat menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono. Itu dilakukan ADM demi menolong ibunya, Marina Moha Siahaan (MMS), terdakwa kasus korupsi, agar tidak ditahan.

Sudah enam bulan ADM ditahan KPK. Selama itu juga dia tidak pernah bertemu dengan ibundanya yang kini juga ditahan di Rutan Mandaleng, Manado, Sulawesi Utara.

ADM kini tengah menunggu putusan majelis hakim di Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Banyak keluarga dan kerabat menyempatkan waktu dan memberi dukungan buat ADM selama proses persidangan. Di saat itu pula kerinduannya kepada ibunda semakin kuat.

Dilansir dari tribunnews.com ADM mengungkapkan kerinduannya itu. Sejak ditahan KPK, belum pernah sekali pun dia bertemu dengan ibunnya.

“Saya rindu sekali dengan ibu,” ucap lirih ADM seraya mengelus dadanya, di sela mengikuti sidang, Rabu (24/4/2018) lalu.

Menurutnya, selama ini dirinya hanya mendengar kabar orangtuanya dari tim pengacara yang rutin berkunjung ke Rutan KPK. Sepengetahuan dirinya, ibunya dalam keadaan yang baik dan tetap sehat. Tidak jarang, ibunya juga memberi pesan kepada dia melalui pengacara agar tetap sehat dan terus beribadah.

“Iya, dia (bunda) selalu menyampaikan ke saya agar tetap menjaga kebugaran. Dia juga minta saya untuk salat jangan ditinggalkan,” ucapnya.

ADM menceritakan, seluruh pesan dari ibunya tetap dilaksanakan.

Ketika di Rutan KPK, dia mengaku sebanyak 80 persen kegiatannya adalah ibadah dan olahraga sesama tahanan lainnya. Sementara 20 persen kegiatan, dihabiskan untuk berbincang masalah kasus korupsi dengan rekan tahanan.

“Tidak saya saja sih. Semua tahanan seperti itu. Hampir sama dengan saya,” jelasnya.

Kegiatan ibadah ADM terlihat selama persidangan berlangsung. Bibirnya tidak berhenti bergerak. Begitu juga dengan jemarinya. Dilihat lebih dekat, selama persidangan, ADM memegang tasbih berwarna gading dan membaca shalawat.

Kegiatan itu, kata dia, sudah menjadi kebiasaan selama sidang berlangsung. Terlebih, tasbih yang dibawanya merupakan pemberian dari ibu.

Kasus suap yang menjerat dirinya, diakui oleh ADM, hanya untuk ibunya seorang. Tidak ada maksud lain, selain membantu kasus hukum yang menimpa orangtuanya itu.

“Semua untuk ibu saya,” tukasnya. (trb/rza)

Sumber: Tribunnews

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top