Berita Hukum

ADM Tak Sebut Sumber Uang  

ADM Tak Sebut Sumber Uang    Berita Hukum
Kroniktotabuan.com
ADM Tak Sebut Sumber Uang    Berita Hukum

Aditya Anugrah Moha mengenakan rompi orange saat meninggalkan kantor KPK. (foto: detik.com)

JAKARTA- Anggota Komisi XI DPR RI Aditya Anugrah Moha atau ADM, tersangka kasus penyuapan kepada Ketua Pengadilan Tinggi Sulut Sudiwardono, telah ditahan di rumah tahanan KPK mulai Minggu (8/10/2017) dinihari.

Saat dicegat wartawan di depan kantor KPK, ADM tampak tegar dan banyak melempar senyum meski kasus yang dialaminya ini cukup berat. Politisi Golkar ini mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat di dapil Sulut lebih khusus Bolaang Mongondow Raya (BMR).

ADM menyebut yang dia lakukan demi menyelamatkan ibunya, Marlina Moha Siahaan yang sedang banding di Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara. Marlina Moha divonis lima tahun penjara karena kasus korupsi dana tunjangan aparatur pemerintah daerah (TPAPD) Bolmong tahun 2011.

“Saya berusaha semaksimal mungkin, niat saya baik tapi mungkin cara yang belum terlalu tepat. Saya berjuang saya berusaha maksimal demi nama seorang ibu,” ucap ADM menjawab pertanyaan wartawan sebelum masuk ke mobil tahanan KPK.

Tak semua pertanyaan wartawan dijawab ADM. Saat ditanya sumber uang yang dia gunakan menyuap Ketua PT Sulut, ADM menolak menjawab.

“Nanti tanya ke pengacara saya,” katanya sambil masuk mobil tahanan.

Sementara itu Waki Ketua KPK Laode M Syarif mengungkapkan, biaya komitmen (commitment fee) yang diberikan Aditya ke Sudiwardono dijanjikan tembus satu miliar rupiah.

“Total commitment fee Rp1 M. Itu dalam bentuk Dolar Singapura,” kata Laode dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Namun belum sampai Rp 1 miliar duit itu dipenuhi, Aditya dan Sudiwardono keburu dicokok KPK. Belum jelas betul dari mana duit sebanyak itu didapat. Yang jelas duit Dolar Singapura disita KPK dari tangan Aditya, nilainya belum sampai Rp 1 miliar bila dikonversikan ke Rupiah.

“Asal-usul uang belum ditemukan hari ini. Sementara uang itu didapatkan dari AAM (Aditya Anugrah Moha),” kata Laode.

Sebelumnya diberitakan, KPK mengamankan uang sebagai barang bukti mencapai SGD 64.000. Operasi Tangkap Tangan (OTT) dimulai saat penyerahan uang suap terjadi di sebuah hotel di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, waktunya adalah Jumat (6/10) sekitar pukul 23.15 WIB. (tim/detiknews/vdm)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top