.
Berita Bolmong

Garis Polisi di Tambang Maut Bakan Sudah Dibuka, Kapolres : Kata Siapa?

Garis Polisi di Tambang Maut Bakan Sudah Dibuka, Kapolres : Kata Siapa? Berita Bolmong Berita Hukum
Lokasi tambang dipasang garis polisi oleh Polres Bolmong dan lokasi tambang yang diduga sudah tidak ada garis polisi. (F: ist)
Kroniktotabuan.com

HUKRIM– Lokasi tambang emas tanpa izin di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, beberapa waktu lalu memakan korban. Enam penambang tewas tertimbun.

Polisi saat itu langsung bertindak tegas. Lokasi tambang ditutup dan dilarang ada aktivitas di sana. Sebagai penegas penutupan, garis polisi dipasang di areal tambang.

Namun beberapa hari terakhir, di lokasi itu sudah ada aktivitas penambangan lagi. Bahkan garis polisi sudah tidak ada lagi. Sementara ini dugaan kuat garis polisi dibuka tanpa sepengetahuan polisi.

“Garis polisi sudah tidak ada lagi. Sudah ada lagi aktivitas penambang, bahkan pekerja dari pemilik lubang sudah beraktivitas,” kata salah satu warga Bakan yang meminta namanya tidak ditulis kepada wartawan, Selasa (3/7/2018).

Warga mengaku heran, karena lokasi ditutup langsung oleh Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan dan diketahui Pemerintah Kabupaten, tetapi saat ini sudah ada aktivitas lagi.

“Dari pantauan saya, garis polisi itu dibuka sudah beberapa waktu ini tanpa sepegetahun pihak Polres Bolmong. Kalu sudah ada aktivitas seperti itu, bagi saya harus ada tindakan lagi. Setahu saya garis polisi tidak bisa dibuka sembarangan, yang bisa membuka itu pihak yang berwenang,” katanya.

Garis Polisi di Tambang Maut Bakan Sudah Dibuka, Kapolres : Kata Siapa? Berita Bolmong Berita Hukum

Diduga salah satu penambang saat melakukan aktivitas di lokasi tambang yang ditutup polisi di Desa Bakan. (ist)

Kapolres Bolmong, AKBP Gani Fernando Siahaan, saat dikonfirmasi menegaskan belum memerintahkan police line dibuka, karena proses perkara yang menewaskan enam penambang masih berjalan.

“Belum dibuka. Kata siapa? ¬†Kalau dibuka berarti masyarakat yang buka bukan saya. Perkara masih berproses,” kata Gani melalui pesan WhatsApp.

Diketahui, pada 3 Juni lalu enam orang penambang asal Desa Bakan, tewas dilokasi tambang emas Bakan tertimbun material longsor. (ger)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

To Top