Berita Hukum

Jurnalis yang Bukan Orang Berada Ini, Ajukan Pembelaan dari Jeratan UU ITE

Jurnalis yang Bukan Orang Berada Ini, Ajukan Pembelaan dari Jeratan UU ITE Berita Hukum Berita Kotamobagu Berita Nasional Sulut
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU – Sempat molor satu jam, sidang kasus Supriadi Dadu alias Uping, Pemimpin Redaksi (Pemred) media siber klikbmr.com akhirnya digelar, Selasa (26/3/2019) pukul 15.15 WITA, di Pengadilan Negeri Kelas 2 Kotamobagu.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dewantoro SH, MH  dan Noula Maria Magdalena Pangemanan SH M.Hum ini dengan agenda mendengarkan pledoi atau pembelaan dari pihak terdakwa yang diawali pembacaan pledoi dari kuasa hukum terdakwa.

Jurnalis yang Bukan Orang Berada Ini, Ajukan Pembelaan dari Jeratan UU ITE Berita Hukum Berita Kotamobagu Berita Nasional Sulut

Dalam pembelaannya, tim kuasa hukum yang dibacakan oleh Tri S Putra Saleh SH mengungkapkan, tidak sepakat dengan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menjerat kliennya menggunakan UU ITE.

“Supriadi Dadu adalah seorang Jurnalis, dalam melaksanakan tugas, seorang Jurnalis dilindungi oleh Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers sehingga penerapan UU ITE keliru,” kata Tri Saleh Putra SH yang didampingi Jein Djauhari SH.MH, Rosiko Hadi SH dan Eldy Noerdin SH.

Jurnalis yang Bukan Orang Berada Ini, Ajukan Pembelaan dari Jeratan UU ITE Berita Hukum Berita Kotamobagu Berita Nasional Sulut

Sementara itu, Supriadi Dadu dalam pledoi yang Ia bacakan meminta majelis Hakim untuk dapat memutus kasus ini seadil-adilnya. Menurut Uping, dia selama ini sangat kooperatif dari awal hingga saat persidangan.

“Selama kasus ini berproses di kepolisian, saya harus berupaya mencari uang untuk menghadiri panggilan atas aduan pengacara pelapor di Dewan Pers-Jakarta.

Sebagai pekerja pers yang bukan orang berada, Supriyadi mengungkapkan betapa dirinya harus berjuang dalam segala keterbatasan agar keadilan dia peroleh.

“Sulit bagi saya dalam waktu yang pendek harus mencari ongkos pesawat pulang-pergi Jakarta-Kotamobagu, apalagi saya bukan orang berada, pun tidak punya sanak-saudara di Jakarta. Namun dengan segala keterbatasan, pinjam sana-sini, saya akhirnya bisa sampai ke kantor Dewan Pers Jakarta. Walau akhirnya pun proses atas aduan terhadap saya di Dewan Pers itu tak jelas ujungnya,” ujar Uping.

Jurnalis yang Bukan Orang Berada Ini, Ajukan Pembelaan dari Jeratan UU ITE Berita Hukum Berita Kotamobagu Berita Nasional Sulut

Orangtuanya bangga dengan profesi jurnalis yang dijalankan dan memberinya restu dalam pekerjaan ini.

“Bagi kedua orang tua saya, pekerjaan saya sebagai wartawan adalah pekerjaan yang membanggakan, mereka senang melihat aktifitas saya, tak jarang saya sering cerita hal-hal apa saja yang saya temui dalam meliput. Sehingga dengan penuh restu, mereka selalu memperhatikan saya menjalani hari-hari bertugas meliput berita hingga membangun kantor kecil sendiri bersama kawan-kawan wartawan,” jelasnya.

Ketika dirinya harus menjalani proses hukum akibat produk berita, kesedihan orangtuanya tak terhindarkan.

“Kebanggaan itu mungkin yang membuat kesedihan orang tua saya tak dapat dibendung, betapa kagetnya orang tua saya melihat saya harus berurusan dengan hukum karena bekerja sebagai wartawan. Pak hakim yang mulia, jangan hukum saya hanya karena menulis berita. Saya bukan pelaku kriminal, saya bukan penjahat,” tukasnya.

Jurnalis yang Bukan Orang Berada Ini, Ajukan Pembelaan dari Jeratan UU ITE Berita Hukum Berita Kotamobagu Berita Nasional Sulut

Dalam sidang ini, turut hadir puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis BMR. Terlihat orang tua dan istri dari Uping berada di ruangan sidang.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum yang diwakili Maryanti Lesar SH kepada majelis Hakim mengatakan, akan memberikan jawaban atas pledoi dari terdakwa pada Selasa pekan depan. (ahr)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top