Berita Bolmong

Pusian- Toruakat Damai, Warga: Terima Kasih Pak Polisi dan Tentara

Pusian- Toruakat Damai, Warga: Terima Kasih Pak Polisi dan Tentara Berita Bolmong Berita Hukum
Kroniktotabuan.com

BOLMONG- Hampir sepekan terlibat tawuran antar kampung (Tarkam), warga Desa Pusian dan Toruakat, Kecamatan Dumoga Timur, akhirnya berdamai dan mengakhiri pertikaian.

Warga kedua desa berkomitmen untuk hidup rukun, berdampingan, dan saling gotong royong.

Kesepakatan damai dua desa bertetangga terjadi melalui kegiatan ‘Deklarasi Damai’ yang diprakarsai oleh Polres Kotamobagu, Kamis (10/10/2019) kemarin, di perbatasan kedua desa.

Baca Juga: Tarkam, Sebagian Warga Toruakat- Pusian Mengungsi. Anak- anak Tak Sekolah!

Baca Juga: 607 Aparat Gabungan Geledah Kampung, Pusian- Toruakat Kondusif

Warga kedua desa mengaku bahwa ingin suasana damai tercipta selama-lamanya. Mereka sudah jenuh dengan konflik yang hanya merugikan semua pihak.

Warga juga berterima kasih kepada kepolisian dan TNI yang berjaga siang malam untuk memastikan dua desa tidak terus menerus berkonflik.

“Terima kasih Pak Polisi dan Tentara sudah jaga kampung kami sehingga konflik tidak terus terjadi. Kami cinta damai, ingin hidup rukun, dan saling bantu membantu,” ucap Ija, warga Toruakat, Jumat (11/10/2019).

Pusian- Toruakat Damai, Warga: Terima Kasih Pak Polisi dan Tentara Berita Bolmong Berita Hukum

Warga Pusian dan Toruakat sudah bersepakat melupakan semua permasalahan yang terjadi selama ini, dan berjanji untuk hidup berdampingan rukun dan damai dalam semboyan “Torang Samua Basudara” dan “Mototompiaan, Mototabian bo Motonoban ” (Saling berbaikan, Saling sayang, dan Saling Ingat-mengigatkan).

“Kami (Pusian dan Toruakat) bersaudara dan tidak akan mudah lagi terprovokasi oleh hal sepele yang hanya akan merugikan semua orang,” ungkap Boby Korompot dan Aming Bilalang, warga kedua desa.

Sementara itu, Kapolres Kotamobagu AKBP Gani F. Siahaan, mengaku bangga dan mengapresiasi keinginan kuat masyarakat dua desa yang ingin berdamai dan merawat kekeluargaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat memang sudah jenuh karena hampir seminggu ini dirundung rasa takut, anak-anak tidak bisa bersekolah dengan nyaman, hingga beberapa warga yang tinggal di sekitar perbatasan harus rela meninggalkan rumah mereka hanya dengan membawa barang-barang serta pakaian seadanya untuk pergi mengungsi,” kata Siahaan.

“Kita berharap perdamaian akan terus tercipta dan terjaga di dua desa ini. Masyarakat silakan beraktivitas seperti biasa,” katanya. (trb/*/bto)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top