.
Berita Bolmong

Sangadi Bakan Benarkan Garis Polisi di Tambang Maut Bakan Dibuka

Sangadi Bakan Benarkan Garis Polisi di Tambang Maut Bakan Dibuka Berita Bolmong Berita Hukum
Foto saat lokasi tambang di Bakan dipasangi garis polisi setelah persitiwa menewaskan enam penambang dan foto garis polisi telah dicabut dari lokasi tambang tersebut.
Kroniktotabuan.com

HUKRIM– Garis polisi yang terpasang di lokasi tambang ilegal Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, telah dibuka. Tambang maut yang menewaskan 6 orang belum lama ini, sudah mulai ada aktivitas lagi.

Kepala Desa (Sangadi) Bakan, Hasanudin Mokodompit, saat dihubungi wartawan, ikut membenarkan.

Menurut Hasanudin, ia sudah mendapat informasi soal garis polisi yang telah dibuka dan aktivitas penambang sudah seperti biasa.

“Informasi itu sudah ada dan saya jadikan sebagai bahan laporan. Kemudian kami juga sudah sampaikan ke Polsek Lolayan dan Dandramil. Pasca penutupan hanya beberapa hari saja tidak ada orang, tetapi sekarang sudah ada orang yang melakukan aktivitas,” kata Hasanudin, Rabu (4/7/2018).

Tidak ada potensi konflik atas aktivitas di tambang maut tersebut karena warga menyadari peristiwa beberapa waktu lalu itu adalah kecelakaan murni.

“Kami juga sudah selalu menyampaikan imbauan terkait aktivitas di tambang, baik itu di masjid dan di acara hajatan masyarakat,” ujarnya.

Dia juga meyakini pembukaan garis polisi di lokasi tambang bukan dilakukan polisi.

“Soal pembukaan garis polisi dari pihak kepolisian memamg belum ada. Karena kalau ada pembukaan tetap ada pemberitahuan ke Pemerintah Desa,”  katanya.

Sementara itu menurut Kapolres Bolmong, AKBP Gani Fernando Siahaan,  pihaknya belum memerintahkan pembukaan garis polisi lokasi tambang maut di Bakan karena perkara masih berjalan.

” Kalau dibuka berarti masyarakat yang buka, bukan saya. Perkaranya masih berproses,” tegasnya. (ger)

Penulis: Gerry Liangga

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

To Top