Berita Hukum

Sebelum Terjaring OTT, Djelantik Masih Nasihati ADM    

Sebelum Terjaring OTT, Djelantik Masih Nasihati ADM       Berita Hukum
Kroniktotabuan.com

 

Sebelum Terjaring OTT, Djelantik Masih Nasihati ADM       Berita Hukum

Djelantik Mokodompit

KOTAMOBAGU– Tertangkapnya anggota DPR RI Aditya Anugrah Moha atau ADM oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT), masih menimbulkan penyesalan dan kekecewaan dari banyak pihak. Salah satunya dari Ketua DPD II Golkar Kotamobagu Djelantik Mokodompit.

Djelantik ditemui di ruang kerjanya di kantor DPRD Kotamobagu mengungkapkan, terkejut mengetahui ADM terjaring OTT oleh KPK. Sehari sebelum ADM tertangkap KPK, Djelantik masih bertemu politisi Golkar itu di ruang kerjanya lantai 14 gedung Senayan.

Dalam pertemuan berlangsung sekira dua jam itu, Djelantik mengaku memberi apresiasi atas kinerja ADM selama ini di DPR RI. Tak hanya itu, ADM yang dianggapnya sudah seperti anak sendiri, masih dinasihati.

“Saya nasihati dia (ADM). Harus selalu hati-hati karena zaman dia di DPR RI ini sudah beda seperti zaman saya dulu. Sekarang penegak hukum terutama KPK ada di mana-mana. Saya nasihati supaya dia bekerja terus dan mengabdi dengan baik di DPR RI dan jauhi risiko hukum,” ungkap Djelantik.

“Saya terima informasi pada Sabtu pagi 8 Oktober, saat baru turun pesawat di Manado. Kaget pas aktifkan handphone pesan banyak yang masuk semua mengabarkan soal OTT itu,” kata Djelantik.

Yang membuat Djelantik menyesal adalah, ADM dianggapnya merupakan kader moda potensial di Golkar yang sebenarnya memiliki prosepek panjang di panggung politik daerah dan nasional.

“Dia bagus, pintar dan cepat menyesuaikan. Tentu yang bisa kita berikan saat ini berdoa supaya diberi kekuatan menghadapi masalah ini,”ucap Wakil Ketua DPRD Kotamobagu ini.

Diketahui pada 7 Oktober dinihari lalu, ADM ditangkap KPK dalam upayanya menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Sulut Sudiwardono. ADM ingin membebaskan ibundanya, Marlina Moha Siahaan yang sudah divonis lima tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado.

“Diduga pemberian uang terkait dengan penanganan perkara banding dengan terdakwa Marlina Moha Siahaan, Bupati Bolaang Mongondow 2011-2016 dan 2006-2011 untuk mempenaruhi putusan banding dalam perkara tersebut, serta agar penahanan terhadap terdakwa tidak dilakukan,” kata kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan. (ttm/vdm)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top