Enam Warga Kotamobagu Terserang Kusta Berita Kotamobagu
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Tahun 2019 ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu telah mencatat enam  warga terserang penyakit kusta. Salah satu penyakit yang cukup berbahaya, menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, serta mata.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kotamobagu, Apek Mangati mengatakan, penyakit ini akan mengakibatkan luka pada kulit, kerusakan saraf, melemahnya otot, dan mati rasa.

Penyebab seseorang menderita kusta karena disebabkan bakteri mycobacterium leprae. Bakteri ini memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Tanda dan gejala kusta bisa saja muncul 1- 20 tahun setelah bakteri menginfeksi tubuh penderita.

“Gejala dan tanda kusta tidak nampak jelas dan berjalan sangat lambat. Bahkan, gejala kusta bisa muncul 20 tahun setelah bakteri berkembang biak dalam tubuh penderita.  Gejala di antaranya mati rasa, muncul leci picat dan menebal pada kulit, muncul luka tapi tidak terasa sakit, pembesaran saraf yang biasanya muncul pada siku atau lutut serta masih banyak lagi gejala-lainnya,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, upaya Dinkes untuk mencegah adalah melakukan penyuluhan, sosialisasi serta screening di daerah endemis yang dianggap banyak teridentifikasi penyakit ini.

Penderita yang menjalani pengobatan agar teratur minum obat supaya bisa sembuh total,” katanya. (tr2/vdm)

 

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top