Berita Kotamobagu

Nilai Jual Tinggi, Petani Mulai Kembangkan Vanili di Poyowa Besar

Nilai Jual Tinggi, Petani Mulai Kembangkan Vanili di Poyowa Besar Berita Kotamobagu
Lahan perkebunan milik Rudi Mokodompit, petani di Desa Poyowa Besar, yang ditanami vanili. (f: zha)
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU- Tanaman vanili mulai jarang ditemui di Kota Kotamobagu. Padahal tanaman yang dijuluki “Si Emas Hijau” ini punya nilai jual tinggi. Satu kilogram harganya mencapai jutaan rupiah.

Peluang ini dilihat oleh Rudi Mokodompit, salah satu petani di Desa Poyowa Besar I, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Lahan perkebunannya yang luas dia manfaatkan untuk menanam komoditas vanili.

Rudi membuat lahan yang ditanami vanili terlihat rapi. Jika biasanya petani memanfaatkan pohon hidup untuk tempat vanili menjalar dan berkembang, Rudi punya cara lain.

Luas lahan sekira 20 X 50 meter dia dirikan ratusan tiang permanen dari batu bata. Tinggi setiap tiang mencapai 2,5 sampai  3 meter. Di bawahnya bedengan tanah ditutu[ dengan sabut kelapa.

Di situ vanili ditanam dan mulai menjalar naik ke tiang-tiang yang ada. Di atasnya ditutup rapat dengan paranet (semacam kelambu) untuk menghindari sinar matahari langsung. Di sekelilingnya dipagari.

“Kebiasaan lama kita bahwa vanili ditanam dan dibiarkan menjalar di pohon hidup, itu justeru yang membuat kualitas dan harganya bisa jatuh. Karena aroma wanginya akan diserap oleh pohon itu. Nah, kalau kita buat tiang permanan seperti ini, aromanya itu tidak berkurang dan kualitas vanili akan lebih baik,” ungkap Rudi kepada Kronik Totabuan, Selasa (24/9/2019), di kebun vanilui miliknya.

Dia mengatakan, sudah banyak yang datang belajar kepadanya cara mengembangkan komoditas vanili seperti yang dia lakukan.

“Termasuk cara perawatan, mengatasi hama, sampai vanili berbuah, saya berikan semua. Sipapun datang belajar atau bertanya, saya bantu,” katanya.

Untuk pemasaran, Rudi, tak khawatir kalau sudah mulai panen nanti.

“Malah baru begini saja sudah ada yang datang menawarkan. Kata mereka kalau sudah panen biar mereka yang ambil. Tak sulit memasarkan. Harga jualnya juga tinggi,” pungkasnya. (zha)

 

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top