Pasien di RSUD Kotamobagu dan Swasta Melonjak Berita Kotamobagu
Sejumlah pasien di salah satu RS swasta di Kotamobagu terpaksa ditangani di luar ruangan IGD karena ruangan dan tempat tidur sudah penuh.
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Lonjakan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu dan beberapa RS swasta tak bisa dihindari.

Kondisi ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu sebagai pemilik RSUD. Begitu juga dengan pengelola RS swasta.

Apalagi sejak kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan pasien, seluruh RS di Kotamobagu seperti tak mampu menampung pasien.

Di RSUD Kotamobagu yang menjadi rujukan regional, pasien yang baru masuk di Instalasi Gawat Darurat (UGD) banyak yang harus ditangani dari atas kursi roda.

Ruangan dan tempat tidur yang disiapkan di UGD tak mampu menampung banyak pasien datang.

Demikian pula di RS swasta terutama di RS Monompia. Pasien yang masuk IGD harus dirawat di kursi roda dan bangku yang disediakan.

Kamar kelas I, II dan II di semua RS penuh. Kecuali VIP dan VVIP yang tidak dipeuntukkan bagi pasien pengguna kartu BPJS masih tersedia.

“Banyak pasien masuk tetapi tidak hanya dari Kotamobagu. Dari daerah sekitar seperti Bolmong, Boltim dan Bolsel banyak yang masuk. Tetapi kami terus berupaya supaya semua pasien bisa diberikan pelayanan yang terbaik,” kata Humas RSUD Kotamobagu, Gunawan Ijon, Rabu (13/2/2019).

Direktur RSUD Kotamobagu, Wahdania Mantang, beberapa waktu lalu mengatakan, tingginya angka pasien masuk, sudah mendapat perhatian serius Pemkot Kotamobagu.

“Bahkan sudah ada rencana penambahan kapasitas ruangan IGD,” katanya. (tr2/vdm)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top