Pemkot Minta Pangkalan Elpiji Jangan ‘Nakal’ Berita Kotamobagu
Petugas dari agen sedang mendsitribusikan gas elpji 3 kilogram ke pangkalan. (f: zha: kronik totabuan)
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Peringatan hari besar keagamaan sudah lewat tetapi warga masih tetap saja mengeluh soal kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Di pangkalan-pangkalan yang ada, stok elpiji melon ini cepat sekali habis.

Warga menduga stok cepat habis di pangkalan karena ada praktek menyimpang. Stok elpiji yang diberikan agen ke pangkalan dijual ke warung. Bahkan ada juga yang menjualnya ke pemborong yang datang dari luar daerah.

“Kami sering lihat ada mobil berplat nomor luar Kotamobagu memborong gas elpiji 3 kilogram. Pangkalan layani juga. 20- 25 tabung mereka (pangkalan) kasih. Akibatnya warga yang jadi susah cari gas,” ungkap Haris, warga Kotamobagu, Selasa (20/8/2019).

Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan, Alfian Hassan, menegaskan akan memberikan sanksi berupa pencabutan izin jika ada pangkalan terbukti melakukan praktek menyimpang.

Menurut Alfian, pangkalan dilarang menjual gas elpiji 3 kilogram ke warung-warung apalagi kepada pemborong yang datang dari luar.

“Gas bersubsidi hanya diperuntukan kepada warga. Sanksinya ada kalau terbukti. Mulai dari pembinaan sampai pada pencabutan izin,” tandasnya.

“Kami selalu imbau dan minta supaya pangkalan jangan main-main dengan gas bersubsidi,” pungkasnya. (mg1/bto)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top