Berita Daerah

Pinang Kotamobagu Dilirik Pasar Luar Negeri

Kroniktotabuan.com
Pinang Kotamobagu Dilirik Pasar Luar Negeri Berita Daerah Berita Kotamobagu

Dilirik pasar luar negeri, pinang Kotamobagu akan dijadikan salah satu komoditi unggulan. (ilustrasi)

KOTAMOBAGU – Satu lagi potensi pertanian di Kotamobagu yang mempunyai prospek menjanjikan. Buah pinang daerah ini ternyata memiliki kualitas terbaik di seluruh Indonesia berdasarkan hasil penelitian tim dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

Karena itu mulai 2017 mendatang, pinang Kotamobagu akan ditetapkan sebagai salah satu komoditi pertanian unggulan oleh Pemerintah Kota dan akan dikembangkan untuk menopang pendapatan masyarakat. Apalagi pinang Kotamobagu ini rupanya dilirik pasar luar negeri.

“Menurut Kepala Balai Pertanian Tanaman Palma (Balit Palma) Badan Litbang Pertanian Kementrian Pertanian, Ismail Maskoro, pinang Kotamobagu unggulan karena ukuran buah besar, kadar tanin tinggi, dan potensi produksi tinggi. Penelitian ini telah dilakukan beberapa waktu lalu bersama peneliti pinang dari Kantor Balit Palma Mapanget, Minahasa Utara, Miftahorrachman,” ungkap Kabag Humas Pemkot Kotamobagu, Jufri Ngandu, Kamis (22/12).

Ngandu menuturkan, bahwa Walikota Tatong Bara sudah pinang Kotamobagu ini diberi nama Pinang Bulawan atau Pinang Emas. Untuk wilayah penyebaran pinang ini terdapat di Desa Molinow, Mongkonai. Pobundayan, dan Bilalang Baru.

“Pemerintah pusat sangat merespon Pinang Bulawan. Bahkan, rencananya verietas unggul ini akan dilaunching Oktober 2017 dan menjadi agenda nasional. Tetapi pemerintah pusat memberikan syarat pemkot harus menyiapkan lahan kebun untuk pembibitan seluas minimal 5 hektare dan sudah diiyakan,” tuturnya.

2017 mendatang, masyarakat akan dilibatkan dalam program gerakan tanam pinang. “Program dari wali kota, setiap keluarga menanam 10 pinang di pekarangan untuk menjaga kelestarian plasma nutfaj Pinang Bulawan. Pengembangan  Pinang Bulawan secara besar-besaran akan dilakukan untuk menjadikan Kotamobagu sebagai sentra pinang di Indonesia Timur, sekaligus  meningkatkan pendapatan masyarakat, karena harga pinang cukup menjanjikan di kisaran Rp15 ribu per kilogram,” tuturnya.

“Informasi diterima pemkot, permintaan pasar luar negeri cukup besar. Ini sangat menjanjikan,” katanya. (rez)

 

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top