.
Iklan Resmi Pemerintah kota Kotamobagu Idul Fitri Iklan Resmi Pemerintah kota Kotamobagu Idul Fitri
Berita Kotamobagu

Sekda Kotamobagu: Menghilangkan Aset di Rujab Wakil Walikota Adalah Korupsi

Sekda Kotamobagu: Menghilangkan Aset di Rujab Wakil Walikota Adalah Korupsi Berita Kotamobagu
Adnan Masinae
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengambil sikap terkait dengan hilangnya sejumlah aset di rumah jabatan (Rujab) Wakil Walikota. Apalagi sampai saat ini rujab tersebut tidak bisa ditempati oleh Wakil Walikota Nayodo Koerniawan.

Pasalnya, mulai dari sendok hingga tempat tidur tidak ada di rujab yang baru saja ditinggalkan oleh mantan Wakil Walikota Jainuddin Damopolii.

Sekda Kotamobagu, Adnan Massinae, kepada wartawan mengatakan, sudah menyampaikan soal hilangnya sejumlah aset di rujab  kepada mantan wakil walikota sebagai pengguna aset tersebut sebelumnya.

“Pemkot sudah menyampaikan kepada Pak Jainuddin tadi. Daftar aset yang sudah tidak ada ikut kita sampaikan,” ujar Adnan, Kamis (4/10/2018).

Adnan menegaskan, hilangnya aset di rujab wakil walikota merupakan tindakan yang masuk kategori korupsi. Apalagi jumlah aset hilang mencapai Rp826 juta.

Baca Juga: Sendok Hingga Tempat Tidur di Rujab Wawali Kotamobagu Diduga Hilang. Begini Penjelasan Jainuddin Damopolii!

“Di media kemarin Pak Jainuddin sudah memberikan pernyataan akan mengganti barang-barang yang hilang. Tapi tak semudah itu untuk mengganti aset hilang, ada prosedurnya. Proses pengembalian aset harus melalui audit, apakah audit internal atau eksternal melalui BPK,” katanya menjelaskan.

“Harus dicocokkan dengan registrasi. Barang yang dikembalikan harus sama dengan barang yang hilang, tidak bisa ditukar dengan barang lain. Dan Pemkot tak sembarang akan menerima sebelum selesai audit. Intinya harus menunggu hasil audit. Jadi baiknya kalau masih ada di tempat lain, itu dikembalikan,” saran Adnan.

Jainuddin Damopolii membenarkan telah menerima berita acara soal pemeriksaan aset di rujab wakil walikota.

Namun Jainuddin mengatakan, aset yang hilang belum tentu pihaknya yang menghilangkan atau mengambil.

“Saya sudah suruh kroscek ke bagian umum barang-barang apa yang hilang. Jika ada barang yang hilang, akan dicek ke orang-orang saya apakah mereka membawanya. Jika mereka membawanya, akan diganti,” ujar Jainuddin.

Jainuddin menambahkan, nilai aset yang mencapai Rp826 juta itu tak semua ada di rumah jabatan.

“Aset-aset yang ada di rudis hanya yang ada di daftar dan tak sebesar nilai Rp826 juta. Sebelumnya ada beberapa aset saya kembalikan ke bagian umum karena saya tak suka,” katanya. (zha)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

To Top