Semua Kelurahan Ikut Lomba Monuntul Berita Kotamobagu
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Malam pasang lampu pada saat malam ke 27 bulan Ramadhan, atau yang lebih dikenal Monuntul telah menjadi tradisi Masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) khususnya di Kotamobagu.

Bahkan, di Kotamobagu, Monuntul dilombakan antar Desa/Kelurahan sejak Dua Tahun terakhir. Hal tersebut guna memeriahkan Bulan Ramadhan serta menjaga tradisi monuntul agar tetap terpelihara turun temurun.

enurut Pejabat Semantara (Pjs) Walikota Kotamobagu Muhammad Rudi Mokoginta, festifal monuntul merupakan kegiatan tradisi sejak dahulu kala di Bolaang Mongondow.

“Ini merupakan tradisi turun temurun, sebagai tanda segera masuknya bulan Syawal atau Idul Fitri setelah melakukan puasa selama sebulan penuh,” ujar Rudi, Selasa (11/06/2018) lalu.

Walikota meceritakan sejarah, munculnya tradisi Monuntul di Kotamobagu.

“Sejak jaman dahulu daerah Bolmong Raya ini masih dalam kedaan gelap gulita, maka sebagai tanda mendekati lebaran idul fitri masyarakat berinisiatif menerangi halaman dengan memasang tuntul selama 3 hari penuh pada malam hari,” ujar Walikota.

Kegiatan Monuntul bukanlah bagian dari perintah keagamaan melainkan tradisi turun-temurun masyarakat Bolaang Mongondow.

“Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun oleh para orang tua kita yang terdahulu. Sebagai bagian dari tradisi tentunya kita akan terus melestarikannya, jelas Walikota”

Sampai dengan saat ini, di setiap tahunnya, tradisi tersebut mulai berkembang hingga berkelanjutan.

“Maka untuk melestarikan tradisi ini, Pemkot Kotamobagu mulai menggulir Festival Monuntul yang mana kegiatan ini akan dilombakan di setiap Desa dan Kelurahan yang ada di Kotamobagu,” tambahnya. (vdm)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top