.
Warga Keluhkan Proses Pengurusan SIM Berita Kotamobagu
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU – Mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) kendaraan bermotor bagi pengemudi yang sudah diatas 17 tahun merupakan kewajiban.

Hal ini sebagaimana dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 1993 pasal 217 ayat (1) tentang kendaraan dan pengemudi.

Untuk mengurus SIM baru, dilakukan oleh pemohon dengan mengajukan permohonan tertulis, dapat menulis dan membaca huruf latin, memiliki pengetahuan yang cukup mengenai peraturan lalu lintas jalan dan tehnik dasar kendaraan bermotor.

Selain itu, memenuhi ketentuan tentang batas usia, 16 tahun untuk SIM gologan C dan D, 17 tahun untuk SIM golongan A dan 20 Tahun untuk SIM golongan B I dan B II.

Syarat lainya memiliki KTP setempat / jati diri, memiliki keterampilan mengemudikan kendaraan bermotor, sehat jasmani dan rohani, lulus ujian teori serta praktek I dan praktek II.

Juga telah memiliki SIM sekurang-kurangnya 12 bulan gol A bagi pemohon SIM gol B I, dan sekurang-kurangnya 12 bulan SIM B I bagi pemohon gol B II.

Dalam proses pengurusan SIM di Kantor Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotamobagu, ada saja keluhan warga.

Salah satu warga Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow yang mengurus SIM, Hindri Kobandaha mengatakan, dirinya sudah 2 pekan harus bolak balik mengurus SIM di Kantor Satlantas Polres Kotamobagu tapi belum berhasil.

“SIM C saya sudah berakhir lama dan akan mengurus lagi. Setelah saya perlihatkan saya harus membuat SIM baru. Semua berkas yang diminta sudah diserahkan ke petugas,” kata Hindri, Selasa (21/5/2019).

Dia menjelaskan, proses mengurus SIM yang dia jalani terkendala di ujian teori, sehingga harus bolak balik setiap hari Kamis.

“Sudah dua minggu belum ada, minggu ini kalau belum lagi, berarti sudah tiga minggu saya tidak mendapatkan SIM,” jelasnya.

Menurut Hindri, jika sampai pekan ketiga ini pada hari Kamis lusa, dirinya belum juga lolos dalam ujian teori, maka semua berkas yang dia ajukan akan ditarik.

“Saya memang sudah ada SIM C sebelumnya tapi masa berlaku telah berakhir. Secara praktek untuk mengemudikan kendaraan bermotor sudah puluhan tahun saya jalani. Tapi dari sisi teori hasilnya belum maksimal. Kalau sampai pekan ketiga ini belum bisa, saya akan tarik kembali berkas saya yang mengajukan SIM baru,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Kotamobagu, AKP Magdalena Anita Sitinjak SIK saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, untuk prosedur pengurusan SIM memang seperti itu dan mengacu pada aturan yang berlaku.

“Memang seperti itu prosesnya pak. Ujian teori dan praktek tetap dilakukan,” jelas Anita.

Dia pun memberikan saran, apabila pemohon memiliki sertifikat mengemudi, akan lebih baik dalam proses pengurusan SIM.

“Kalau ada sertifikat mengemudi, akan lebih baik pak,” jelasnya.

Ketika ditanya soal perbedaan mengurus SIM di Kendaraan SIM Keliling dan di Kantor Satlantas, menurut Anita, untuk prosesnya sama.

“Mengurus SIM keliling juga begitu pak. Kita terima berkasnya dan pemohon juga akan mengikuti ujian teori dan praktek,” pungkas Anita. (ahr)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

To Top