Berita Ekonomi

Penjual Buah di Kotamobagu Tetap Raup Untung di Tengah Pandemi, Tetap Taat Protokol Kesehatan

Foto Berita Ekonomi
Ahmad Hasan, penjual buah di kompleks Lapangan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat.

KRONIK TOTABUAN– Pola hidup bersih dan sehat selalu dianjurkan untuk menjaga imun tubuh agar terhindar dari Covid-19. Rajin mengkonsumsi buah salah satu disarankan agar kebutuhan vitamin untuk tubuh terjaga.

Di Kota Kotamobagu, banyak warga bahkan meyakini mengkonsumsi buah secara rutin bisa menangkal virus berbahaya itu.

Karena dengan mengkonsumsi buah, daya tahan atau imun tubuh akan tetap terjaga.

Pengakuan Linda Kobandaha, warga Kotamobagu Selatan, dirinya setiap pekan membeli berbagai macam buah segar untuk konsumsi rutin keluarganya.

“Sejak ada pandemi, stok buah di rumah tidak pernah habis. Kulkas selalu terisi,”  ungkap Linda, Rabu (26/5/2021).

Baca Juga: Tatong Akan Lantik Sejumlah Pejabat Eselon II Pekan Ini

Anita Paputungan, ibu rumah tangga asal Desa Tanoyan, juga mengakui menjadi rajin mengkonsumsi buah sejak ada pandemi Covid-19.

“Jus olahan dari buah segar, tiap pagi saya konsumsi,” ucapnya.

Meningkatnya minat masyarakat mengonsumsi buah, menjadi berkah bagi pedagang buah selama pandemi ini. Omzet mereka tetap seperti biasa sebelum pandemi melanda.

Ahmad Hasan, penjual buah di sekitar Lapangan Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, mengakui itu.


Baca Juga: Meski Pandemi Investasi di Kotamobagu Alami Peningkatan

“Per bulan bisa Rp10-15 juta keuntungan,” kata Hasan.

Menurutnya, buah lokal paling diminati masyarakat Kotamobagu.

“Mangga, rambutan dan jeruk. Tapi saya menjual semua jenis buah di sini. Adakala pasokan buah dari luar daerah seperti salak dan rambutan masuk, itu juga banyak dibeli masyarakat,” katanya.

Ada juga apel, anggur, semangka, melon, buah naga, buah pir, sankis, jeruk mandarin dan alpukat yang dijualnya.

Baca Juga: Bacakan Sejarah Terbentuknya Kota Kotamobagu, Mekal Ungkap Harapannya

Buah yang ada ia jual per kilogram dan ada juga dijual satuan. Ia mengakui jika penerapan protokol kesehatan yang ketat juga menjadi faktor jualannya lancar.

“Pembeli wajib memakai masker dan mencuci tangan, apalagi tangan menyentuh buah-buahan,” ujarnya.

Dia ikut menyampaikan harapannya supaya pandemi Covid-19 segera berakhir. “Supaya anak-anak sudah bisa masuk sekolah, aktivitas masyarakat normal lagi tanpa takut ada virus,” pungkasnya. (bto)

Jangan lupa bagi para pembaca bisa baca berita selanjutnya dan pantau situs KronikTotabuan.com yang akan terus memberikan informasi menarik lainnya.

Berita Populer

To Top