Berita Bolmong

Petani di Lolayan Tolak Bantuan Bibit Berulat dan Busuk dari Provinsi

Foto Berita Bolmong
Foto Berita Bolmong

Ilustrasi.

BOLMONG– Bantuan bibit jagung yang disalurkan Dinas Pertanian Provinsi Sulut kepada petani di Kecamatan Lolayan pada 24 Agustus lalu tak layak tanam. Bibit yang disalurkan sudah berulat dan busuk.

“Bibit yang mereka salurkan juga bibit biasa, bukan bisi dua,” ujar salah satu kelompok tani penerima bantuan, Selasa (29/8).

Para petani mengaku awalnya tidak tahu jika bibit yang disalurkan sudah berulat dan busuk. Beruntung Petugas Pengawas Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Bolmong yang ditugaskan di Lolayan, Yusran Hambaling, memberitahu para petani.

“PPL bilang ke kami jangan terima bibit itu karena sudah tidak bisa digunakan. Dari tim yang datang menyalurkan bantuan sempat meminta kami menerima saja dan dijual lagi tapi kami tidak mau, kami tidak ingin bantuan dibisniskan. Kami ini petani yang punya lahan,” kata para petani.

“Kami berharap ada bibit pengganti yang layak ditanam karena lahan sudah siap ditanami. Kami sudah rugi waktu dan materi. Urus buat cap dan buka buku rekening. Hampir Rp500 ribu anggaran ke luar,” keluh para petani.


Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Bolmong, Sahrul Dosa mengaku belum menerima laporan kelompok tani penerima soal bibit berulat dan busuk.

“Jika benar bibit ada yang busuk dan berulat tolong dilaporkan. Saya minta kelompok tani foto bukti bibit yang rusak dan laporkan pada PPL juga kepada kami untuk diteruskan ke Dinas Pertanian Provinsi untuk diganti,” kata Sahrul.

Sahrul menjelaskan, bibit yang disalurkan ke kelompok tani ada tiga macam yakni bibit jagung pioner,  hibrida atau bisi dua dan bibit komposit.

“Yang mudah rusak ini bibit komposi. Saya akan cek ke lapangan dan segera kami laporkan ke provinsi,” katanya. (ahr/rab)

Jangan lupa bagi para pembaca bisa baca berita selanjutnya dan pantau situs KronikTotabuan.com yang akan terus memberikan informasi menarik lainnya.

To Top