Berita Politik

Ancam Lapor ke DPP, Sabir Dinilai Hanya Cari Sensasi

Ancam Lapor ke DPP, Sabir Dinilai Hanya Cari Sensasi Berita Politik
Kroniktotabuan.com

 

Ancam Lapor ke DPP, Sabir Dinilai Hanya Cari Sensasi Berita Politik

Ahmad Sabir bersama kerabatnya saat mendatangi tim penjaringan, Senin (17/7).

KOTAMOBAGU–  Keinginan Ketua DPRD Kotamobagu Ahmad Sabir mendaftar sebagai bakal calon walikota dari PAN kandas. Tim penjaringan menolak berkas pendaftarannya, Senin (17/7) kemarin. Sabir merasa dijegal oleh tim penjaringan, karena itu dia akan membawa masalah ini ke DPP PAN.

Namun sejumlah kader PAN menilai tak layak Sabir melapor ke DPP. Selain tak taat dengan aturan yang sudah dibuat tim penjaringan, Sabir disebut hanya cari sensasi saja dan tidak benar-benar serius ingin mendaftar sebagai bakal calon sebagaimana diproklamirkan.

“Kalau benar serius, harusnya dia (Sabir) mendaftar sesua jadwal diberikan tim penjaringan yakni pukul 13.00- 14.00 Wita. Ini yang terjadi, malah di saat jadwalnya, dia justeru datang mengantar bakal calon lain yakni Tatong Bara. Coba dibayangkan itu. Serius atau tidak?,” ujar sejumlah kader PAN ditemui kroniktotabuan.com di sekretariat DPD II PAN Kotamobagu,

Dugaan lain para kader bahwa Sabir hanya cari sensasi adalah, selama ini Ketua DPRD Kotamobagu tersebut adalah tokoh di balik berdirinya puluhan baliho Wasekjen PAN Deddy Dolot di kelurahan/desa di Kotamobagu.

“Hampir semua baliho Waskjen PAN Deddy Dolot, dia yang dirikan. Jadi cukuplah dugaan kami, dia tak cukup serius untuk jadi calon. Jadi kami sarankan tak usah memperkeruh keadaan dengan melapor ke DPP. Karena kalau cari sensasi, dia sudah dapat panggungnya,” kata para kader.

Ahmad Sabir yang dikonfirmasi melalui telepon membantah tudingan dia hanya cari sensasi. Sabir malah menganggap tim penjaringan tidak paham aturan.

“Saya mendaftar sudah sesuai mekanisme diatur pada Rakornas lalu. Tim penjaringan itu hanya menerima berkas dan dimasukkan ke DPW dan DPP. Kemudian jika saya disebut cari sensasi saja, tidak ada itu. Sebagai kader PAN saya serius mendaftar. Mereka saja yang tidak paham aturan lalu mengatakan saya hanya cari sensasi,” kata Sabir, Selasa (18/7).

“Kemudian saya dikatakan datang mendaftar dengan calon lan. Saya datang mendampingi sesama kader yakni Ibu Tatong. Kecuali saya datang dengan Aditya Anugrah Moha (ADM), itu baru orang lan. Jadi tidak masalah,” ujarnya.

Persoalan dirinya di balik berdirinya baliho Deddy Dolot, Sabir juga menyebut itu masalah lain.  “Saya rasa tidak ada masalah saat saya memasang baliho beliau (Deddy Dolot). Ini bentuk. loyalitas kami sebagai kader terhadap beliau. Bukan berarti kemudian karena baliho dinyatakan saya harus mendorong beliau atau lainnya, Saya serius untuk maju hanya saja panitia yang menolak berkas saya yang dimasukan,” tegasnya. (rez/rab)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top