Berita Politik

Covid-19, Anggaran Penguatan Ketahanan Pangan di Kotamobagu Hanya Rp157 Juta

Covid-19, Anggaran Penguatan Ketahanan Pangan di Kotamobagu Hanya Rp157 Juta Berita Politik
Suasana hearing antara DPRD Kotamobagu dan utusan Pemkot.
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Di tengah pandemi Covid-19 yang entah berakhir kapan, penguatan ketahanan pangan harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Sejumlah daerah melakukan itu dengan membagikan bibit, pupuk, dan bantuan lainnya. Tujuannya meskipun Covid-19 masih berlangsung, masyarakat tidak akan mengalami kekurangan pangan.

Namun itu tidak dilakukan Pemkot Kotamobagu. Penguatan ketahanan pangan tidak menjadi perhatian di tengah pandemi Covid-19 ini.

Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Kotamobagu Adrianus Mokoginta, tidak adanya perhatian terhadap penguatan pangan bisa dilihat dari kecilnya anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Pertanian.

Padahal, kata Adrianus, anggaran yang direfocusing dan direalokasi oleh Pemkot Kotamobabu untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19 sangat besar. Mencapai Rp87 miliar.

“Hanya Rp157 juta dana dari refocusing dan realokasi yang diberikan ke Dinas Pertanian. Itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) dan Kepala Dinas Pertanian di hearing tadi,” beber Adrianus, Selasa (9/6/2020) di kantor DPRD.

Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag menyayangkan kecilnya dana yang diberikan ke Dinas Pertanian dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Meiddy mengatakan, meski Kotamobagu berstatus kota, tetapi masyarakat sebagian besar adalah petani.

“Sehingga penting diberi perhatian dengan bantuan-bantuan. Supaya ketahanan pangan kita tetap terjaga. Di daerah lain seperti Bolaang Mongondow melakukan itu, dan itu artinya masyarakat di sana tidak akan kekurangan pangan meski pandemi ini sampai akhir tahun,” katanya.

Pemkot Kotamobagu, kata Meiddy, harusnya peka dan membantu petani di tengah situasi seperti ini.

“Apa gunanya refocusing anggaran kalau anggaran hanya diparkir, tidak digelontorkan ke masyarakat dalam bentuk program seperti penguatan pangan. Ini sangat disayangakan,” katanya.

Ketua Komisi II Jusran Deby Mokolanud juga menyayangkan kecilnya anggaran untuk penguatan ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

“Harusnya sektor pertanian, penguatan ketahanan pangan diperhatikan serius. Tapi kalau anggarannya kecil begitu, untuk apa coba,” ujar Jusran.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kotamobagu Muhammad Yahya mengaku anggaran di dinasnya hanya Rp157 juta.

Kepala BPKD Kotamobagu Sugiharto Yunus membebarkan jika anggaran yang direfocusing untuk Covid-19 hanya Rp157 juta ke Dinas Pertanian dan Peternakan. (nza)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
a
To Top